Bekasi Juara Ketiga Penumpang KRL Terbanyak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang menunggu kedatangan Kereta Commuter Jabodetabek di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis 26 Maret 2015. Dengan penambahan ini, jumlah perjalanan KRL bertambah menjadi 872 perjalanan setiap hari.  TEMPO/Subekti.

    Calon penumpang menunggu kedatangan Kereta Commuter Jabodetabek di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis 26 Maret 2015. Dengan penambahan ini, jumlah perjalanan KRL bertambah menjadi 872 perjalanan setiap hari. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COBekasi - Jumlah penumpang Kereta Rel Listrik di Stasiun Bekasi terus mengalami peningkatan. Setiap hari, sedikitnya 30 ribu orang menggunakan KRL. "Kami ada di urutan ketiga penumpang terbanyak," kata Kepala Stasiun Bekasi Rohman, Jumat, 17 April 2015.

    Adapun jumlah penumpang terbanyak berada di Stasiun Bogor, kemudian disusul Stasiun Tanah Abang. "Kalau dulu, Stasiun Bekasi nomor lima, di bawah Depok dan Jakarta Kota," kata Rohman. "Sekarang menyalip ke urutan ketiga," ucap Rohman.

    Rohman berujar, pertambahan jumlah penumpang menjadi bukti bahwa KRL menjadi andalan masyarakat Bekasi. Sebelumnya, jumlah penumpang hanya 20-22 ribu per hari. "Artinya, masyarakat mulai beralih ke angkutan massal kereta," katanya.

    Menurut Rohman, masyarakat pengguna KRL mayoritas bekerja di Jakarta. Hal ini terlihat dari padatnya penumpang pada jam berangkat atau pulang kerja. Dengan begitu, jumlah penumpang dipastikan tak mengalami penurunan. "Karena naik kereta sudah menjadi bagian dari aktivitasnya," ucapnya.

    Rohman menjelaskan, untuk memberikan pelayanan yang maksimal, Kementerian Perhubungan akan merenovasi Stasiun Bekasi. Dia mengaku tak tahu pasti target penyelesaian tersebut. "Sekarang sudah dimulai, baru tahap pembangunan stasiun sementara," tutur Rohman.

    Dia mengatakan, sesuai dengan konsep, Stasiun Bekasi akan memiliki dua lantai atau mirip dengan Stasiun Tanah Abang. Loket penjualan tiket dilakukan di lantai 2. "Penumpang naik ke atas beli tiket kemudian turun kembali ke peron," ujarnya.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.