Lihat Waduk Pluit, Tak Ada Kerja Sama dengan Mesir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga mengangkat sebuah bahan bangunan layak pakai, saat normalisasi waduk Pluit, Jakarta, Selasa 13 Januari 2015. Alat berat ikut dikerahkan saat penertiban berlangsung. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Seorang warga mengangkat sebuah bahan bangunan layak pakai, saat normalisasi waduk Pluit, Jakarta, Selasa 13 Januari 2015. Alat berat ikut dikerahkan saat penertiban berlangsung. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.COJakarta - Wali Kota Jakarta Rustam Effendi mengatakan tidak ada tindak lanjut kerja sama antara Kotamadya Jakarta Utara dan pemerintah Mesir setelah Perdana Menteri Mesir Ibrahim Mahlab mengunjungi Waduk Pluit dan Rumah Susun Sewa Muara Baru. 

    "Perdana Menteri Mesir hanya ingin melihat model penanganan daerah kumuh saja," ujarnya melalui pesan pendek kepada Tempo, Minggu, 26 April 2015.

    Saat penyelenggaraan peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika pada 20-23 April lalu, Ibrahim Mahlab sempat mengunjungi Waduk Pluit dan Rusunawa Muara Baru, Jakarta Utara, pada Kamis lalu. Dalam kunjungannya tersebut, Ibrahim bertemu dengan Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi serta Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI Jakarta Ika Lestari Aji.

    Saat itu Rustam menjelaskan kepada Ibrahim ihwal proses pemindahan warga Kampung Taman Burung ke Rusunawa Muara Baru. Mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu juga menjelaskan penataan daerah kumuh di sekitar Waduk Pluit, penanganan banjir, dan penanganan warga yang rumahnya ditertibkan.

    Adapun Ika menjelaskan kepada Ibrahim ihwal tipe rumah susun yang ada di Jakarta.

    GANGSAR PARIKESIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.