Tak Ada Jebakan Benang di Jalan Jembatan Dua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas kebersihan menyapu sampah di depan sebuah baliho raksasa mengajak masyarakat untuk memerangi dan membasmi Korupsi, di Fly Over Taman Ria, Senayan, Jakarta, Senin (23/7). TEMPO/Imam Sukamto

    Seorang petugas kebersihan menyapu sampah di depan sebuah baliho raksasa mengajak masyarakat untuk memerangi dan membasmi Korupsi, di Fly Over Taman Ria, Senayan, Jakarta, Senin (23/7). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mardiman, 51 tahun, mengatakan bahwa dia tak pernah mendengar informasi ihwal adanya pengendara motor yang jatuh akibat adanya benang lapangan yang sengaja dipasang di jalan layang Jembatan Dua, Jakarta Barat.

    Pria yang sehari-hari berjualan air mineral di perempatan Jembatan Dua ini menuturkan bahwa beberapa hari yang lalu memang ada kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor. Namun kecelakaan itu bukan disebabkan oleh adanya benang, tali, ataupun kabel yang melintang di jalan layang tersebut.

    "Seingat saya belum pernah ada kejadian pengendara motor terjatuh karena lehernya terjerat benang ataupun kawat," ujarnya kepada Tempo, di Jembatan Dua, Jakarta Barat, Ahad, 26 April 2015.

    Hal serupa disampaikan oleh petugas pengaman barrier bus Transjakarta di halte Jembatan Dua, Muhamad Barikli. Pria berusia 31 tahun ini menuturkan bahwa sejak dia bekerja hingga saat ini, ia belum pernah mendapat informasi soal pengendara motor yang terjatuh akibat terjerat benang lapang, tali, maupun kawat di sepanjang jalan layang Jembatan Dua. "Saya belum pernah mendapat informasi itu," katanya.

    Menurut salah satu polisi lalu lintas yang bertugas di lampu merah perempatan Jembatan Dua, Brigadir Mulyadi, sangat sulit jika ada orang yang ingin membuat perangkap untuk pengendara motor yang melintasi jalan layang jembatan dua. "Jalan ini selama 24 jam dilintasi oleh berbagai macam kendaraan, jadi sulit jika ada orang yang mau berbuat jahat dengan cara itu, memasang benang maupun kawat," tuturnya.

    Dia menjelaskan biasanya pengendara motor di daerah Jembatan Dua mengalami kecelakaan karena adanya jalan berlubang.

    Sebelumnya tersiar kabar bahwa terdapat benang lapangan, tali, maupun kawat yang sengaja dipasang melintang di jalan layang Jembatan Dua untuk membuat pengendara motor terjatuh.

    Menurut pantauan Tempo, di kedua ruas jalan layang yang panjangnya mencapai 1,2 kilometer tersebut tak ditemukan adanya benang lapangan, tali, maupun kawat yang melintang. Tempo justru menemukan ada beberapa lubang di jalan layang tersebut. Salah satu lubang ada yang berdiameter hingga 40 sentimeter.

    GANGSAR PARIKESIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.