ABG Labil Penyebab Operasi Zebra Tak Efektif  

Reporter

Editor

Bagja

Polisi lalu lintas memberikan surat tilang kepada sejumlah pengendara motor yang melintasi Jalan MH Thamrin, Jakarta, 19 Januari 2015. Sepeda motor yang melintasi Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat akan diberi sanksi dengan denda sebesar Rp 500 ribu. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta -Operasi Zebra tak efektif. Begitulah judul berita di halaman Metro Koran Tempo edisi hari ini, 9 November 2015. Berita tersebut menyoroti hasil Operasi Zebra yang digelar Kepolisian Daerah Metro Jakarta selama 22 Oktober hingga 4 November 2015.

Berita tersebut membandingkan hasil Operasi Zebra tahun ini dengan dua tahun sebelumnya. Hasil Operasi tahun ini adalah banyak pengemudi yang ditangkap karena melanggar kaidah lalu lintas.

Kepala Bagian Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sutimin mengatakan jumlah pelanggaran lalu lintas meningkat dari tahun ke tahun. Pelanggar terbanyak adalah pengemudi sepeda motor dan angkutan umum.

Polisi, misalnya, menemukan beberapa pelanggar merupakan usia anak sekolah yang rata-rata masih anak baru gede (ABG). Mereka memiliki emosi labil saat berkendara dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Bahkan, ada pula anak sekolah yang menjadi “sopir tembak” Metromini. "Ini perlu kesadaran pengelola dan pengemudi,” kata dia.

Melawan arus, menerobos lampu merah, dan menaik-turunkan penumpang sembarang tempat merupakan jenis pelanggaran terbanyak yang ditemukan selama dua pekan Operasi Zebra 2015. “Operasi Zebra cukup signifikan menekan pelanggaran tematik seperti itu, juga angka kecelakaan. Akan kami pertahankan, ditambah dengan operasi lainnya," kata Sutimin saat dihubungi pada Sabtu lalu.

Tercatat 100 kecelakaan di Jakarta selama operasi berlangsung. Angka ini menurun dibanding pada tahun lalu, yakni 112 kecelakaan. Namun, dalam operasi yang digelar pada 22 Oktober-4 November itu, polisi menilang 103.633 pengemudi atau meningkat ketimbang tahun lalu, yaitu 70.559 pengemudi. Pada 2013, jumlahnya lebih kecil lagi, hanya 64.331.

Polda Metro Jaya mencatat 24.024 pengemudi sepeda motor berkendara melawan arus dan 11.119 pengemudi mobil berhenti atau parkir di sembarang tempat. Selain itu, polisi menilang 16.568 angkutan umum yang menaik-turunkan penumpang bukan di halte.

Pengamat transportasi dari Universitas Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menilai kejenuhan masyarakat akibat kemacetan di Ibu Kota memicu orang melanggar lalu lintas. Operasi yang dilakukan polisi tak membuat efek jera bagi pengendara. "Mereka kesal dengan kemacetan kota akibat buruknya layanan transportasi umum," kata Djoko.

Karena kualitas pelayanan angkutan umum tak meningkat dan mencukupi kebutuhan perjalanan, masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi. Di sisi lain, kebijakan kendaraan pribadi bergerak bebas menuruti keinginan pasar.

Saat jalanan membeludak, masyarakat tak lagi peduli pada rambu-rambu lalu lintas. "Pemerintah harus membatasi keberpihakan kepada kendaraan pribadi. Jika tidak, masalah ini juga merambat ke kota kecil," kata dia.

PUTRI ADITYOWATI






Operasi Zebra 2022 Mulai Besok, Hindari 14 Pelanggaran Ini

14 jam lalu

Operasi Zebra 2022 Mulai Besok, Hindari 14 Pelanggaran Ini

Operasi Zebra 2022 digelar serentak di seluruh Indonesia. Sedangkan Polda Metro Jaya menggelar Operasi Zebra Jaya 2022 pada 3-16 Oktober.


Komplit ETLE: Jenis Pelanggran Kena Tilang Elektronik dan Cara Konfirmasi Tilang

8 hari lalu

Komplit ETLE: Jenis Pelanggran Kena Tilang Elektronik dan Cara Konfirmasi Tilang

Apakah itu ETLE Nasional? Jenis pelanggaran apa saja yang kena tilang elektronik? Bagaimana cara konfirmasi setelah terima surat tilang?


Tilang Elektronik, Denda Pelanggaran di Jateng Total Rp 27 Miliar

12 hari lalu

Tilang Elektronik, Denda Pelanggaran di Jateng Total Rp 27 Miliar

Denda tilang hasil teknologi kamera tilang elektronik atau ELTLE di kawasan Polda Jateng yang paling bedar dibandingkan polda-polda lainnya.


Sehari Diberlakukan, Tilang Elektronik di Sumatera Utara Tangkap 12 Ribu Pelanggaran

33 hari lalu

Sehari Diberlakukan, Tilang Elektronik di Sumatera Utara Tangkap 12 Ribu Pelanggaran

Polda Sumatera Utara mencatatkan 12.697 pelanggaran lalu lintas yang tertangkap melalui kamera tilang elektronik.


Tilang Elektronik di Polda Sumut, Hari Pertama Terjaring 276 Pelanggaran Lalu Lintas

3 Agustus 2022

Tilang Elektronik di Polda Sumut, Hari Pertama Terjaring 276 Pelanggaran Lalu Lintas

Dari total 276 pelanggaran lalu lintas yang tertangkap kamera tilang elektronik ETLE Mobile ada dua pelanggaran yang dilakukan.


614 Kendaraan Kena Tilang ETLE, Ini Daftar 8 Kategori Pelanggaran Itu

16 Juni 2022

614 Kendaraan Kena Tilang ETLE, Ini Daftar 8 Kategori Pelanggaran Itu

Polda Metro Jaya mencatat, 614 kendaraan kena tilang melalui CCTV Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) selama dua hari operasi.


Hari Pertama Operasi Patuh 2022, Ada 20 Ribu Lebih Pelanggar Ditindak

14 Juni 2022

Hari Pertama Operasi Patuh 2022, Ada 20 Ribu Lebih Pelanggar Ditindak

Operasi Patuh 2022 menemukan tiga jenis pelanggaran yang terbanyak yakni yakni boncengan lebih satu penumpang, helm tidak SNI, dan melawan arus.


Ganjil Genap Jakarta di 26 Titik, Pelanggaran Terbanyak di Jalan Kramat Raya

14 Juni 2022

Ganjil Genap Jakarta di 26 Titik, Pelanggaran Terbanyak di Jalan Kramat Raya

Simak 26 ruas jalan ganjil genap Jakarta berikut sistem tilang yang diberlakukan mulai 13 Juni 2022.


Operasi Patuh 2022 Incar 8 Pelanggaran Lalu Lintas Ini

13 Juni 2022

Operasi Patuh 2022 Incar 8 Pelanggaran Lalu Lintas Ini

Mengemudikan mobil tidak menggunakan sabuk pengaman adalah pelanggaran lalu lintas yang diincar dalam Operasi Patuh 2022.


Operasi Patuh 2022 Dimulai, Ini Daftar Denda Tilang Elektronik

13 Juni 2022

Operasi Patuh 2022 Dimulai, Ini Daftar Denda Tilang Elektronik

Operasi Patuh 2022 juga menyasar penggunaan helm yang tidak standar SNI. Pelanggaran Pasal 291 tersebut dapat didenda maksimal Rp 250 ribu.