Belum Ada Korupsi Sumber Waras, Ahok: KPK Kerja Profesional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan keterangan kepada wartawan usai memenuhi pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 25 Februari 2016. Ahok kembali diperiksa Bareskrim sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi pengadaan 49 paket uninterruptible power supply (UPS) dalam APBD-P DKI Jakarta. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan keterangan kepada wartawan usai memenuhi pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 25 Februari 2016. Ahok kembali diperiksa Bareskrim sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi pengadaan 49 paket uninterruptible power supply (UPS) dalam APBD-P DKI Jakarta. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menanggapi keterangan Komisi Pemberantasan Korupsi yang menyatakan belum ada indikasi korupsi dari pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

    "Saya percaya KPK akan kerja profesional," kata Ahok di halaman Kantor Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Selasa, 1 Maret 2016.

    Menurut dia, selama ini penyidik telah bekerja dengan baik dan terus mengecek dugaan korupsi tersebut. "Pasti penyidik akan cek. Pertama, ada enggak niat jahat? Kedua, ada korupsi enggak? Ketiga, ada kerugian negara enggak?" ucapnya.

    Ahok yakin, KPK bekerja profesional. Kemudian, ia berujar, akan tetap mengikuti proses hukum yang sedang berjalan. "Saya mah santai saja. Saya percaya KPK kerja profesional. Kenapa takut?" tuturnya.

    Ahok mengatakan, dengan keterangan yang menyatakan belum ada indikasi korupsi, itu artinya KPK bekerja dengan profesional. Bahkan, Ahok berterima kasih atas keterangan tersebut. Ahok menyatakan keterangan tersebut tidak ada hubungannya dengan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta mendatang.

    "Tidak ada hubungannya dengan pilgub. Orang saya tidak pernah niat maling. Niat aja kagak," katanya.

    KPK hingga saat ini masih menyelidiki dugaan korupsi pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemerintah Provisi DKI Jakarta, yang diduga melibatkan Gubernur Ahok.

    Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan lembaganya belum menemukan adanya unsur tindak pidana korupsi dalam proses pembelian lahan RS Sumber Waras. Artinya, kasus dugaan korupsi itu sulit untuk ditingkatkan ke penyidikan lebih lanjut.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.