Gubernur DKI Sebut Ada Kelebihan Stok Pangan Menjelang Ramadan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengecek ketersediaan beras dan bahan pokok ke Food Station, Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, 4 April 2017. TEMPO/INGE KLARA

    Plt gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengecek ketersediaan beras dan bahan pokok ke Food Station, Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, 4 April 2017. TEMPO/INGE KLARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, menjamin ketersediaan pangan mencukupi dalam menghadapi bulan suci Ramadan tahun ini. Bahkan Soni—sapaan Sumarsono—menilai pasokan pangan tersebut melebihi jumlah pangan yang dibutuhkan warga DKI Jakarta.

    "Saya sudah ke food station, Pasar Cipinang, dan Pasar Induk Kramat Jati. Saya sudah rapatkan mengenai pangan di Jakarta. Sampai bulan Ramadan, sudah bisa diamankan kebutuhannya, terutama beras, telor, minyak, daging, dan cabai," ujar Soni di Balai Kota, Selasa, 11 April 2017.

    Baca juga: Sumarsono: Kalau Saya Salah Koridor Silahkan Disemprit 

    Soni mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyusun program untuk mengendalikan harga lewat pasar murah di beberapa titik. Saat ini, Soni mengaku tengah meminta data lengkap kepada PD Dharma Jaya, PD Pasar Jaya, dan PT Food Station Tjipinang Jaya soal ketersediaan pangan.

    Dari data tersebut, tutur Soni, pihaknya akan melansir harga bahan pokok kepada masyarakat untuk turut mengendalikan harga. Untuk itu, Soni meminta warga Jakarta tidak khawatir soal ketersediaan pangan menjelang Ramadan.

    Soni mengatakan program pasar murah dan operasi pasar merupakan salah satu cara menstabilkan harga. Dengan begitu, Pemprov DKI Jakarta siap mengantisipasi kecenderungan kenaikan harga kebutuhan pokok saat Ramadan dan Lebaran.

    "Enggak usah khawatir tentang pangan menjelang Lebaran karena aman dan bisa dijamin. Sebenarnya, kalau kami lihat, stok malah berlebih. Makanya kami berani berikan pasar murah. Jadi enggak usah khawatir, karena memang stoknya berlebih," ujar Soni.

    LARISSA HUDA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.