Sandiaga Ajak Warga Jakarta Lawan Raksasa Industri Rokok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Sandiaga Uno tengah meminum Infused Water yang dibawanya setiap saat, dalam kunjungannya ke Kantor Tempo, Jakarta, 21 April 2017. TEMPO/Fardi Bestari

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Sandiaga Uno tengah meminum Infused Water yang dibawanya setiap saat, dalam kunjungannya ke Kantor Tempo, Jakarta, 21 April 2017. TEMPO/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno meminta semua pihak bersatu melawan industri raksasa rokok.  Ia mengajak semua elemen masyarakat DKI agar tidak lagi terbawa suasana Pilkada Jakarta yang sudah selesai digelar pada 19 April lalu.

    “Pilkada sudah selesai dua minggu lalu, sekarang saatnya bersatu. Yang kita hadapi itu lebih besar kekuatannya, Philip Morris dan BAT (British American Tobacco),” kata dia dalam  Ubah Mimpi Jadi Aksi di Youth Indonesia Conference on Tobacco or Health di Balai Kartini, Jakarta, Minggu, 14 Mei 2017. “Kita semua melawan industri tembakau.”

    Baca: Kemana Sebenarnya Rizieq Shihab?

    Menteri Luhut Berkeras Lanjutkan Reklamasi, Ini Kata Sandiaga

    Sandi menuturkan, ia akan meneruskan kebijakan tentang larangan iklan rokok di jalanan Jakarta yang sudah dirintis Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.  “Kebijakan Pak Basuki yang bagus kita teruskan, kalau bisa kita meniru seperti Kulon Progo yang benar-benar bersih dari iklan dan sponsor rokok,” ujar Sandi.

    Menurut Sandi,  ia dan gubernur terpilih, Anies Baswedan sudah sepakat agar anggaran daerah diprioritaskan untuk kesehatan dan pendidikan.  “Khusus kesehatan, kalau dulu 80 persen untuk pengobatan, dalam lima tahun ini bagaimana bisa kita balik 60 persen untuk pencegahan dan 40 persen pengobatan.

    “Duit pemerintah bisa bikin festival seni, olah raga, kebudayaan dan tidak jebol untuk pengobatan,” ujarnya.

    Baca: Jadi Ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi, Ini Kerja Sudirman Said

    Ia berpendapat, perokok itu tidak hanya merugikan kesehatannya sendiri. “Dia akan membebani society. Kalau dia yang sakit, kita yang bayari, karena para perokok ini pada saatnya akan sakit dan membebani BPJS,” ucapnya.

    Sandi menyatakan, saat Indonesia mengalami bonus demografi pada 2020, generasi yang dihasilkan adalah anak-anak sehat. "Jangan generasi yang sakit-sakitan dan justru membebani negara."

    ISTIQOMATUL HAYATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.