Teror Terhadap Novel Baswedan, KPK Berencana Bertemu Penyidik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerangan Novel Baswedan

    Penyerangan Novel Baswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan terus memantau perkembangan penyelidikan kasus teror terhadap Novel Baswedan. Sejauh ini KPK tetap memberi kesempatan kepada penyidik Polda Metro Jaya untuk mengungkap kasus tersebut.

    "Kami monitor terus, nanti ada pertemuan kedua dengan Polda Metro Jaya," ujar Agus Rahardjo saat menghadiri buka puasa bersama Jaksa Agung H.M. Prasetyo di Kejaksaan Agung pada Senin, 12 Juni 2017.

    Novel Baswedan diserang oleh dua orang tak dikenal menggunakan air keras pada 11 April lalu. Saat itu penyidik senior KPK tersebut baru selesai menjalankan salat subuh di masjid dekat rumahnya. Akibat serangan itu Novel harus menjalani pengobatan di Singapura.

    Kepolisian sempat memeriksa tiga orang yang dicurigai sebagai pelaku. Mereka di antaranya adalah Ahmad Lestaluhu, Muklis Oharella, dan Muhammad Hasan Hunusalela. Ketiga orang itu disebut terpantau mondar-mandir di sekitar rumah Novel Baswedan. Namun polisi akhirnya melepas mereka karena tidak menemukan bukti yang menguatkan.  

    Menurut Agus, saat bertemu penyidik nanti,  ia akan menanyakan lagi ihwal tiga orang yang sempat dicurigai itu. Alasannya, beberapa dari ketiga orang itu terekam oleh jepretan kamera tetangga Novel. Tetangga sempat mencurigai gerak-gerik ketiga orang itu karena sering mengawasi rumah Novel. Mereka juga pernah menanyakan kapan Novel pulang ke rumah. "Nanti kami tanyakan kesanggupan polda, kalau tidak sanggung ya (dilempar) ke mabes," ujar Agus. "Kami juga akan menanyakan (ke polisi) apakah penyelidik kita bisa bergabung."

    Agus belum berencana membuat tim independen dalam waktu dekat. Ia mempersilahkan Komisi Hak Asasi Manusia jika berinisiatif membuat tim independen. Sejauh ini, pihaknya akan memberi kepercayaan ke Polda Metro Jaya. Jika tak sanggup, ia akan melemparkan kasus Novel ke Bareskrim Mabes Polri.

    Selama ini KPK masih belum mengizinkan polisi memeriksa Novel terkait kasus ini. Alasannya Novel masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Singapura. Matanya masih terluka belum bisa melihat. Dokter secara berkala rutin meneteskan obat untuk menumbuhkan membran kornea Novel Baswedan.

    AVIT HIDAYAT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.