Cerita Anies Bertemu Sopir Bis 30 Tahun Lebaran Tanpa Mudik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus tingkat Lorena bersiap untuk parkir di Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur,22 Juni 2017. Pada H-3 Lebaran ribuan pemudik mulai memadati Terminal Pulogebang, tercatat sebanyak 3.879 orang yang akan berangkat dari Terminal ini. Puncak arus mudik tahun ini diprediksi terjadi pada H-3 (hari ini) yang bertepatan dengan hari terakhir masuk kerja. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Bus tingkat Lorena bersiap untuk parkir di Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur,22 Juni 2017. Pada H-3 Lebaran ribuan pemudik mulai memadati Terminal Pulogebang, tercatat sebanyak 3.879 orang yang akan berangkat dari Terminal ini. Puncak arus mudik tahun ini diprediksi terjadi pada H-3 (hari ini) yang bertepatan dengan hari terakhir masuk kerja. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Terpilih Anies Baswedan sempat berbincang denga seorang sopir bus antarkota yang tidak pernah pulang kampung pada hari Lebaran. Sopir yang berasal dari Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, itu sudah 30 tahun bekerja mengantar penumpang ke berbagai daerah saat arus mudik memuncak.

    "Saya ingin ucapkan terima kasih dan apresiasi bukan hanya mereka yang bertugas tapi keluarganya yang mengikhlaskan untuk mereka bertugas, termasuk para sopir," ujar Anies di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Sabtu, 24 Juni 2017.

    Baca: Anies Baswedan Apresiasi Relawan yang Membantu Kelancaran Mudik

    Setiap kali mengantar penumpang ke Tasikmalaya, sopir tersebut hanya beristirahat sebentar untuk mengantar penumpang kembali ke Jakarta. Hampir dipastikan, sopir itu  tidak mudik setiap kali Lebaran. Pengalaman tersebut, tentunya juga dirasakan oleh sopir bus antarkota lainnya.

    "Saat saya tanya, 'Pak, apa enggak lebaran sama keluarga?' Dia jawab, 'justru tugas saya itu membuat orang-orang pada bisa lebaran bersama keluarga, Pak'," ujar Anies menirukan percakapan keduanya.

    Baca: Anies Baswedan Tengok Arus Mudik di Terminal Kampung Rambutan

    Orang-orang yang bertugas pada hari Lebaran, kata Anies, adalah mereka yang berperan penuh atas kelancaran pemudik bertemu keluarganya di kampung halaman. Padahal, dirinya sendiri belum tentu bisa berlebaran dengan keluarganya. Menurut Anies, orang-orang seperti itu adalah orang yang bekerja buat masyarakat semua.

    Selain sopir, juga ada petugas atau relawan yang membantu di lapangan selama mudik. Anies menyebut para relawan tersebut sebagai latar berlakang yang membuat cerita para pemudik.  "Yang di latar depan itu yang pada mudik ini. Mereka latar belakang tapi merekalah yang membuat mudik ini bisa berjalan dengan baik," ujar Anies.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.