Buku KamiAhok, 18 Penulis Bercerita tentang Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya (tengah), menjadi pembicara dalam peluncuran buku #kamiAhok di Toko Buku Gramedia, Central Park, Jakarta Barat. TEMPO/Chitra

    Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya (tengah), menjadi pembicara dalam peluncuran buku #kamiAhok di Toko Buku Gramedia, Central Park, Jakarta Barat. TEMPO/Chitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah penulis menganggap Basuki Tjahja Purnama alias Ahok adalah sosok yang unik. Tindakan dan ucapannya selama menjadi Gubernur DKI Jakarta sering kali menjadi kontroversial. Karena itulah para penulis ini tertarik untuk membuat buku yang sepenuhnya bercerita tentang Ahok. Buku kumpulan tulisan dari perspektif masing-masing penulis itu kemudian diberi judul #kamiAhok.

    "Buku ini bukan sekadar puja-puji kepada Ahok, tetapi gambaran yang cukup adil tentang siapa diri Ahok yang dipandang dari sudut pandang tidak biasa," kata Threes Emir dalam peluncuran buku #kamiAhok di Toko Buku Gramedia, Central Park, Jakarta Barat, Kamis, 27 Juli 2017.

    Threes Emir adalah satu dari 18 penulis yang terlibat dalam penerbitan #kamiAhok. Penulis lain yang juga terlibat, adalah dr. Abrijanto M.Si., A. Bobby Pr., Aji "Chen" Bromokusumo, Amanda Setiorini, Anang YB, Dr. Asvi Warman Adam, Bondan Winarno, Bunga Mega, Dr. C.B. Kusmaryanto, SCJ, Igantius Haryanto, Imelda Bachtiar, Margareta Astaman, Orchida Ramadhania, Riadi Ngasiran, Rizal Badudu, Simon Boyke Sinaga, dan Zuhairi Misrawi.

    Menurut Threes, ide untuk membuat buku ini muncul dalam perbincangan di grup percakapan Whatsapp pada Mei 2017. Hanya dalam waktu tiga pekan, tulisan-tulisan tentang Ahok itu sudah terkumpul. Para pencetus ide segera menindaklanjuti dengan mencetak dan menerbitkan #kamiAhok.
     

    Baca: Berita Terkini Ahok di Tahanan: Rajin Menulis dan Ingin Buat Buku

    Threes mengatakan, keuntungan yang diperoleh dari penjualan buku  nantinya disumbangkan kepada Gerakan Pemuda Anshor. Alasannya, organisasi ini dianggap sebagai kelompok yang berkomitmen kuat untuk menjaga kebhinekaan di Indonesia.
     
    Dalam peluncuran buku #kamiAhok, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia  Yunarto Wijaya mengatakan, mengatakan buku ini  memiliki subjektivitas yang berjarak. Karena para penulis bukan orang-orang yang berada di lingkaran terdekat Ahok. "Buku ini terasa lebih santai berbicara tentang Ahok," katanya.

    CHITRA PARAMAESTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.