Djarot Tak Akan Beri Rusunawa untuk Korban Kebakaran di Ancol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para petugas Dinas Pemadam Kebakaran masih berusaha memadamkan sisa-sisa api di Kampung Dao Atas RT 13 RW 05, Kelurahan Ancol, Jakarta Utara, 16 September 2017. Kebakaran melahap ratusan rumah warga pada Sabtu siang. TEMPO/M. NAFI

    Para petugas Dinas Pemadam Kebakaran masih berusaha memadamkan sisa-sisa api di Kampung Dao Atas RT 13 RW 05, Kelurahan Ancol, Jakarta Utara, 16 September 2017. Kebakaran melahap ratusan rumah warga pada Sabtu siang. TEMPO/M. NAFI

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tidak akan memberikan fasilitas rumah susun atau rusun kepada korban kebakaran di Ancol. Djarot menilai penanganan kebakaran yang terjadi di Jalan R.E. Martadinata, belakang Hotel Alexis, Jakarta Utara, Sabtu, 16 September 2017, ada pada PT Kereta Api Indonesia (KAI).

    Menurut Djarot, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah berkali-kali mengingatkan PT KAI untuk menertibkan bangunan di bantaran rel agar aman. "Maka kami bisa meminimalkan kebakaran. Kan, rumah-rumahnya sebagian besar ilegal, rumah bedeng-bedeng. Tentu saja, kalau seperti ini, kami tak bisa memfasilitasi untuk di rusun," ujar Djarot di Balai Kota Jakarta, Senin, 18 September 2017.

    Djarot menuturkan Pemprov DKI Jakarta hanya bisa menangani masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Bangunan liar di bantaran sungai menjadi tanggung jawab Pemprov DKI dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC). 

    Baca: Cerita Pemenang Undian Rusunawa Rela Pindah meski Jaraknya Jauh 

    Bagi warga Jakarta yang rumahnya terdampak penertiban sungai, Pemprov DKI akan menyediakan rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Namun, kata Djarot, untuk mendapatkan rusunawa juga ada syarat yang dipenuhi, yaitu terdaftar sebagai warga Jakarta.

    "Kalau warga DKI Jakarta, ada harapan kami masukkan sebagai penghuni rusun. Tapi, kalau warga di luar DKI, tentunya kami tak bisa fasilitasi karena banyak warga DKI yang sudah antre ingin dapat rumah susun," ujar Djarot.

    Tahun ini, Pemprov DKI diperkirakan bisa menyelesaikan 8.900 unit rusunawa. Kemungkinan pada Januari-Februari 2017, rusunawa itu sudah dapat digunakan. Djarot pun meminta masyarakat tidak membangun rumah bedeng kembali. 

    Baca: Penghuni Rusunawa Keberatan Tunggakan Dipampang di Pintu

    "Sebagian besar bedeng-bedeng itu rawan kebakaran karena tidak memenuhi standar bangunan. IMB-nya enggak ada. Sambungan listrik juga tidak memadai, Itu memang ilegal. Cuma bagaimana PT KAI bisa menertibkan itu," ucap Djarot.

    Sabtu lalu, api melahap puluhan rumah di pinggiran rel di Kampung Dao Atas, RT 13 RW 5, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan. Suku Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta Utara setidaknya menurunkan 21 unit mobil pemadam kebakaran. Kebakaran itu diduga karena hubungan arus pendek (korsleting) listrik pada sebuah toko kelontong. 

    LARISSA HUDA 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.