Di Google Maps, Markas DPP FPI Tertulis Mabes Fitsa Hats  

Selasa, 10 Januari 2017 | 12:11 WIB
Di Google Maps, Markas DPP FPI Tertulis Mabes Fitsa Hats  
Mesin pencari Google Maps mengganti nama Kantor DPP Front Pembela Islam (FPI) menjadi Mabes Fitsa Hats. Foto: Google Maps

TEMPO.CO, Jakarta - Ada keanehan di mesin pencarian Google ketika kita mencari alamat Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Front Pembela Islam (FPI). Saat Tempo mencoba menelusuri alamat DPP FPI di Jakarta Pusat, justru alamat dan peta lokasi yang muncul di Google Maps tidak lagi tertulis DPP FPI melainkan “Mabes Fitsa Hats”.

Adapun alamat yang tertulis tetap sama, yakni di Jalan Petamburan III Nomor 3, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kabar mengenai perubahan nama DPP FPI itu menyusul sindiran Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, usai  menghadiri sidang dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, pada Selasa, 3 Januari 2017. Saat itu agenda sidang adalah mendengarkan keterangan saksi, salah satunya adalah Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam FPI DKI Jakarta, Novel Chaidir Hasan.

Baca: Ini Asal-Usul Fitsa Hats Menurut Ahok

Usai sidang, Ahok menunjukkan daftar riwayat hidup dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Novel yang dituliskan pernah bekerja di Fitsa Hats. Ahok menduga, Novel malu mengakui pernah bekerja di restoran asal Amerika Serikat , Pizza Hut, sehingga sengaja memelesetkannya menjadi Fitsa Hats.

Kehebohan pada mesin pencarian Google tak hanya menimpa DPP FPI. Beberapa waktu lalu ketika calon gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan bahwa “Sungai Jakarta bersih karena Foke.” Namun, saat ucapan itu dicari di mesin Google, kalimat itu telah dikoreksi dan berganti menjadi “Sungai bersih karena Ahok.

Saat itu data scientist, Rajawali, menerangkan bahwa mesin pencari Google hanya menyuguhkan yang paling populer. “Artinya, ketika sebuah nama dicari oleh Google, kenapa Ahok menjadi yang pertama, kemungkinan besar nama dia yang paling sering diklik,” ucap Rajawali kepada tempo,  4 Oktober 2016.

Baca: Basuki Nyindir: Google Aja Tahu Sungai Bersih karena Ahok

Atau, ujar Rajawali, bisa jadi informasi tersebut diedit oleh orang dengan mempopulerkan suatu kata, sehingga apabila dicari di dalam mesin pencarian Google, tidak lagi merujuk pada kata yang dimaksud, namun kepada kata atau frasa atau kalimat yang dipopulerkan.

“Secara teknis menjadi sangat mungkin membuat sebuah kata atau sesuatu menjadi populer di Google. Karena Google mencari kualitas, bukan analisis,” ucap Rajawali. Tempo mencoba untuk meminta konfirmasi kepada pihak Google, namun belum ada jawaban mengenai hal ini.

Adapun frasa Fitsa Hats pernah menjadi viral di media sosial, beberapa netizen ikut meramaikannya dengan membuat meme, mengganti tulisan pada logo Pizza Hut menjadi Fitsa Hats. Tak terima dan merasa dipermalukan Ahok, Novel melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya pada 5 Januari 2017 dengan dugaan pencemaran nama baik.

Baca juga: Dilaporkan Novel FPI Soal Fitsa Hats, Ahok Bakal Diperiksa

Laporan itu telah diterima dengan nomor LP/55/I/2017/PMJ/Dit Reskrimsus tertanggal 5 Januari. Novel menyebut kesalahan itu bukan dari dia, tetapi pada penyidik yang mengetik BAP bernama Ajun Komisaris Tarmadi.

DESTRIANITA



 



 



 



 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru