Jokowi: Bukan Menggusur, Tapi Menggeser

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joko Widodo/Jokowi. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    Joko Widodo/Jokowi. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta--Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan akan terus melakukan pendekatan persuasif kepada Warga Waduk Pluit. Kebijakan relokasi, kata Jokowi, memberikan solusi terbaik kepada masyarakat. "Kita ini enggak menggusur kok, tapi menggeser. Kan ada solusi, kalau menggusur enggak ada solusinya," ujar Jokowi di Balaikota, Selasa 27 Agustus 2013.

    Jokowi menambahkan relokasi di Pluit bisa saja memicu gesekan yang berakhir kekerasan. "Saya tekankan kepada Satpol PP atau aparat agar semuanya persuasif," ujarnya. "Kalau ada kekersan di lapangan saya belum tahu karena enggak nungguin."

    Warga Waduk Pluit, Jakarta Utara, melaporkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ke Kepolisian Daerah Metro Jaya, Selasa, 27 Agustus 2013. Dalam laporan tersebut, masyarakat mengajukan nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai pihak terlapor. Alasan pelaporannya, masyarakat Waduk Pluit merasa dibohongi usai terjadi gusuran menggunakan kekerasan.

    20 warga Waduk Pluit yang melaporkan tersebut mendapatkan pendampingan dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta. "Di lapangan mesti ada gesekan mungkin saja terjadi," kata Jokowi. "Saya akan panggil semuanya."

    NURUL MAHMUDAH



    Terhangat:
    Suap SKK Migas | Konvensi Partai Demokrat | Pilkada Jatim

    Berita populer:
    Roy Suryo: Foto Instagram Ani SBY Asli

    Mobil Hardtop Jebol Pintu Keraton Surakarta

    Lurah Susan Akan Didemo Warga Lenteng Agung Besok

    Raja Pakubuwono XIII Disandera?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.