Jumat, 3 April 2020

Ketua Perindo DKI: Panitia Sembako Monas Tak Ada Motif Politik

Reporter:

Irsyan Hasyim (Kontributor)

Editor:

Jobpie Sugiharto

Kamis, 3 Mei 2018 15:50 WIB

Sandiaga Uno meninjau ruangan kerja OKE OCE di Kantor Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 9 Desember 2017. Sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswesdan di 44 kecamatan se-DKI Jakarta dijadikan tempat pengaduan warga, sehingga warga tidak perlu jauh-jauh lagi menyambangi Balai Kota. TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

TEMPO.CO, Jakarta - Identitas penyelenggara acara seni dan bagi-bagi sembako yang berujung maut di Tugu Monas mulai terkuak.

Menurut Ketua Partai Perindo DKI Jakarta Sahrianta Tarigan, Ketua Panitia Forum Untukmu Indonesia tersebut adalah Dave Santosa. Dia menuturkan, selama ini Dave tidak pernah terlibat dalam kegiatan politik melainkan kegiatan seni dan budaya.

“Saya tidak tahu kalau (pernah terlibat) kegiatan politik," kata Sahrianta pada saat dihubungi Tempo hari ini, Kamis, 3 Mei 2018.

Simak: Kata Charles Honoris Soal Uang Tutup Mulut Korban Sembako Monas

Sahrianta Tarigan yang memfasilitasi pertemuan Wakil Gubernur Sandiaga Uno dengan Dave di Balai Kota pada Senin malam, 1 Mei 2018. “Saya, kan diminta sama Pak Wagub untuk memfasilitasi pertemuan. Itu aja."

Dia memastikan acara FUI di Monas pada Sabtu, 28 April 2018, yang berujung kematian Muhammad Rizki Syahputra, 10 tahun, dan Mahesa Junaedi (12) tidak ada motif politik. Maka Sandiaga ingin meminta klarifikasi dari Dave. Lantas Sahrianta bersama Dave pada Senin malam datang ke Balai Kota untuk menjelaskannya kepada Sandiaga.

Sebelumnya, Sandiaga Uno mengatakan Dave Santosa bersama Sahrianta telah menemuinya pada Senin, 1 Mei 2018 dan menyatakan kesediaan bertanggungjawab. “Dave ini tokoh, karena ternyata rekam jejaknya cukup bagus di perhelatan-perhelatan sebelumnya sebagai relawan," ujarnya hari ini, Kamis, 3 Mei 2018.

Pemerintah pun tidak akan lepas tangan terhadap insiden pembagian sembako oleh Forum Untukmu Indonesia di Monas. Menurut Sandiaga Uno, Pemerintah DKI Jakarta ikut bertanggungjawab terhadap kematian Rizki dan Mahesa akibat berdesak-desakan dan dehidrasi dalam pembagian sembako. (*)

CATATAN KOREKSI: Judul dan isi berita ini diubah pada Sabtu 5 Mei 2018 karena tidak akurat dan tidak mencerminkan isi wawancara wartawan kami dengan narasumber. Kami mohon maaf atas kesalahan ini.

Lihat juga video: Bermodal Sofa Bekas, Anak Muda Ini Jadi Raja Kopi