Pabrik Petasan Kosambi Beri Upah Pekerja Rp 40-50 Ribu Per Hari

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara yang menunjukkan kondisi pabrik petasan, PT Panca Buana Cahaya usai terbakar, di Kosambi, Kabupaten Tangerang, 27 Oktober 2017. Polisi masih menyisir kemungkinan adanya korban yang belum terevakuasi. Tempo/Ilham Fikri

    Foto udara yang menunjukkan kondisi pabrik petasan, PT Panca Buana Cahaya usai terbakar, di Kosambi, Kabupaten Tangerang, 27 Oktober 2017. Polisi masih menyisir kemungkinan adanya korban yang belum terevakuasi. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Tangerang - PT Panca Buana Cahaya Sukses, pabrik petasan dan kembang api yang berlokasi di Kosambi, Kabupaten Tangerang, beroperasi dua bulan lalu dan diketahui hanya mengupah Rp 40 ribu per hari.

    Pabrik itu mempekerjakan 103 karyawan, yang merupakan warga setempat dan warga asal Jawa Barat. "Sistemnya borongan, gajinya Rp 40 ribu per hari," ujar Widodo, 58 tahun, warga setempat, kepada Tempo, Jumat, 27 Oktober 2017.

    Baca: Polisi Amankan 50 Barang Bukti Kebakaran Pabrik Petasan Kosambi

    Widodo mengaku memang tidak bekerja di pabrik tersebut, tapi istrinya sudah dua bulan bekerja di pabrik pembuat petasan itu. "Awal bekerja gaji Rp 50 ribu per hari, belakangan dikurangi Rp 10 ribu jadi Rp 40 ribu," katanya. Istri Widodo, Nurhayati, mengalami luka bakar serius dalam tragedi yang menewaskan 47 orang karyawan itu.

    Warga lain, Unci bin Hasan, 22 tahun, mengatakan setiap hari para pekerja biasanya bisa keluar-masuk pabrik. "Tapi entah waktu Kamis kemarin pintu gerbang digembok oleh pemiliknya," ucapnya.

    Unci mengaku keponakannya, Sunna, 16 tahun, bekerja di pabrik itu. "Gajinya cuma Rp 50 ribu per hari," tuturnya.

    Menurut Unci, sebagian besar karyawan pabrik petasan tersebut adalah warga setempat, yang tinggal tak jauh dari pabrik. "Kebanyakan ibu-ibu," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.