Anies Akan Tegur SKPD yang Tidak Prioritaskan Rakyat Marjinal

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui warga Bukit Duri di pendopo Balai Kota Jakarta, Jumat, 27 Oktober 2017. TEMPO/Larissa

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui warga Bukit Duri di pendopo Balai Kota Jakarta, Jumat, 27 Oktober 2017. TEMPO/Larissa

    Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) memprioritaskan anggaran yang berpihak pada rakyat marjinal.  Anies akan menegur SKPD apabila ditemukan masih ada anggaran yang tidak berpihak pada rakyat yang terpinggirkan itu.

    "Jangan sampai ada anggaran-anggaran yang lebih banyak untuk kegiatan internal kami. Tetapi tidak memberikan manfaat untuk warga," ujar Anies kepada wartawan  seusai mengumpulkan seluruh SKPD di Gedung Pola, Balai Kota Jakarta, Rabu, 1 November 2017.

    Menurut Anies, dalam pertemuan tersebut dirinya memberikan pengarahan terhadap penyusunan anggaran daerah. 

    Anies menegaskan anggaran harus mencerminkan prioritas yang sudah ditetapkan dan prioritasnya adalah memastikan semua program-program itu memberikan manfaat langsung kepada warga.

    Anies meminta kepada seluruh SKPD untuk memangkas seluruh anggaran yang dialokasikan hanya untuk kepentingan kegiatan birokrasi. Untuk itu, ia meminta para SKPD untuk menyisir kembali semua mata anggaran dan memastikan bahwa sepenuhnya dipakai untuk warga.

    Salah satu contoh program yang harus diprioritaskan adalah soal kemanan bagi wanita. Menurut Anies, ibu kota masih jadi tempat yang tidak aman bagi kaum wanita. Namun, Anies sangat menyayangkan alokasi anggaran daerah untuk keamanan masih terbilang kecil. 

    "Tidak mencerminkan bahwa kita ini punya masalah dengan keamanan apalagi untuk perempuan," ujar Anies. 

    Masalah lainnya, Anies mengatakan sampai saat ini Jakarta masih punya masalah dengan keberadaan kampung kumuh dan miskin. Menurut dia, kondisi kebersihan dan sanitasi di sana masih sangat buruk. 

    "Lihat berapa program pembangunan untuk sanitasi kita, untuk saluran air, untuk jamban, untuk kamar mandi? Sedikit sekali," ujar Anies. 

    Untuk menyisir anggaran tersebut, Anies menuturkan juga akan membuat tim tersendiri. Ia ingin memastikan tidak ada program yang tidak proporsional. 

    "Jadi briefing tadi adalah saya meminta kepada semua untuk menyisir lagi anggaran, semuanya. Kalau tidak ditemukan, dan saya yang temukan, malahan saya akan tegur," ujar Anies. 

    Selain itu, Anies juga ingin memastikan bahwa semua SKPD harus bersedia untuk geser menggeser anggaran agar memprioritaskan peningkatan kehidupan masyarakat marginal.

    Anies meminta seluruh tugas tersebut selesai dalam sepekan. Menurt Anies, sebagian program sudah bisa dimulai, namun sebagian lagi ada di anggaran daerah.

    "Jadi minggu depan harus sudah jalan. Karena pembahasan dengan DPRD juga sudah jalan," ucap Anies Baswedan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.