Jumat, 16 November 2018

Wisata Halal di DKI Jakarta, Begini Konsepnya Menurut Sandiaga

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berswafoto bareng dua ustad kondang, Sholeh Mahmoed dan Yusuf Mansur di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu 6 Januari 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berswafoto bareng dua ustad kondang, Sholeh Mahmoed dan Yusuf Mansur di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu 6 Januari 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan konsep wisata halal dan lokasinya di Ibu Kota. Untuk mewujudkan rencana ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku telah menggelar pertemuan dengan berbagai institusi. Di antaranya Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta.

    Pertemuan itu juga membahas sertifikasi beberapa destinasi halal untuk pariwisata di DKI. “Bersama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, kami akan mencoba mengidentifikasi satu sampai dua destinasi yang bisa kami sertifikasi sebagai halal destination,” ungkap Sandiaga di Balai Kota Jakarta, Kamis, 1 Februari 2018.

    Baca: Indonesia Sapu Bersih 12 Penghargaan Wisata Halal Dunia

    Konsepnya, menurut Sandiaga, obyek pariwisata yang disertifikasi halal di antaranya menyangkut 
    kuliner. “Kalau misalnya satu destinasi ditunjuk menjadi destinasi halal, maka semuanya harus mengkaji kepada kaidah-kaidah syariah dan halal dari MUI. Tadi (dalam pertemuan) yang disampaikan seperti itu," kata Sandiaga.
     
    Tim dari Dinas Pariwisata DKI, Sandiaga melanjutkan, kini sedang memastikan lokasi yang dianggap cocok untuk wisata halal. Lokasi tersebut bisa diarahkan untuk wisata religi dengan dilengkapi pusat belanja yang memiliki konsep halal. “Kami ingin juga mereka berpartisipasi di Festival Jakarta Great Sale. Ini juga berkaitan dengan busana atau garmen atau fashion."

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.