Lika-liku Polisi Tangkap Roro Fitria Pemesan Sabu Valentine

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Roro Fitria saat melakukan ritual mandi kembang sempat beredar beberapa waktu lalu. Roro Fitria mengaku ritual mandi kembang merupakan kegitan yang rutin dilakukan. TABLOIDBINTANG.COM

    Foto Roro Fitria saat melakukan ritual mandi kembang sempat beredar beberapa waktu lalu. Roro Fitria mengaku ritual mandi kembang merupakan kegitan yang rutin dilakukan. TABLOIDBINTANG.COM

    TEMPO.CO, Jakarta - DJ dan model Roro Fitria diringkus petugas kepolisian lantaran kedapatan memesan narkoba jenis sabu dari seorang pengedar bernama WH sehari menjelang Hari Valentine.

    Rencananya, sabu seberat 2,4 gram yang dipesan pada 13 Februari tersebut akan digunakannya untuk merayakan Valentine pada 14 Februari 2018.

    "Pada malam Hari Valentine akan digunakan," kata juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di kantornya, Kamis, 15 Februari 2018.

    Semula Roro memesan 3 gram sabu untuk malam spesial itu tapi WH hanya memiliki 2,4 gram. Malam yang dinanti belum tiba, pemain sinetron Islam KTP tersebut sudah diringkus petugas pada siang Hari Valentine itu.

    BacaRoro Fitria Ditetapkan Menjadi Tersangka Transaksi Narkoba

    Roro Fitria menjadi tersangka karena diduga terlibat dalam transaksi narkoba jenis sabu. Perempuan 30 tahun itu ditangkap di Pattio Residence, Jalan Durian Raya Nomor 23 D, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu siang, 13 Februari 2018, sekitar pukul 12.30 WIB. Menurut Argo, sebelumnya, Roro Fitria telah dua kali menggunakan barang haram tadi.

    Bagaimana ceritanya polisi bisa menangkap Roro Fitria?

    Argo menceritakan, penangkapan Roro Fitria berdasarkan keterangan dari pengedar narkoba berinisial WH. Polisi lebih dulu menangkap WH di Jalan Hayam Wuruk, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat. Dari tangan pria itu polisi menyita 2,4 gram sabu, kartu ATM, dan telepon seluler.

    Kepada polisi, WH mengaku sabu itu pesanan Roro. Sehari sebelumnya, Roro telah membayar Rp 5 juta. Atas dasar itulah polisi mendatangi Roro dan menangkapnya.

    "Yang bersangkutan mengakui, betul memesan sabu dari WH," ujarnya.

    Roro Fitria dikenai Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

    WH dicokok setelah polisi menerima laporan tentang transaksi narkoba di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Dalam laporan disebut pengedarnya seorang pria berusia sekitar 40 tahun dengan ciri-ciri berkulit sawo matang, mengenakan kacamata, dan berambut pendek.

    Polisi kemudian menangkap WH yang merembet ke Roro Fitria yang sedang menanti sabu pesanan untuk happy-happy dalam acara Valentine.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.