Minggu, 18 November 2018

BMKG: Jakarta Sangat Rentan jika Diguncang Gempa M 8,7

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan karyawan Kemensesneg berhamburan keluar gedung saat terjadi gempa di wilayah Jakarta dan sekitarnya, 23 Januari 2018. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa yang menggoyang Jakarta berpusat di Lebak Banten. TEMPO/Subekti.

    Puluhan karyawan Kemensesneg berhamburan keluar gedung saat terjadi gempa di wilayah Jakarta dan sekitarnya, 23 Januari 2018. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa yang menggoyang Jakarta berpusat di Lebak Banten. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan wilayah DKI Jakarta sangat rawan dan akan berdampak parah jika diguncang gempa bumi. Hal itu disampaikan saat membuka diskusi bertema “Gempa Bumi Megathrust Magnitudo 8,7, Siapkah Jakarta?” yang digelar Ikatan Alumni Meteorologi dan Geofisika. 

    "Karena Jakarta ini tanahnya lunak dan dikepung patahan aktif. Entah dari mana pusat gempanya, guncangannya pasti terasa kuat," kata Dwikorita di Jakarta, Rabu, 28 Februari 2018.

    Dwikorita mencontohkan, saat terjadi gempa bumi dengan magnitudo 6,1 yang berpusat di Lebak pada Januari 2018, guncangannya juga sangat dirasakan warga Jakarta.

    Baca: Tanah Retak 100 M di Berlan, Sandiaga Uno: Bukan Patahan Gempa

    Dia menyebutkan guncangan gempa Lebak tersebut kekuatannya baru 1 : 10 kali dari guncangan yang diperkirakan magnitudo 8,7 atau setara dengan gempa yang terjadi di Aceh pada 2004. Meski jarak Jakarta dengan pusat gempa cukup jauh, amplifikasi atau penguatan getaran gempa dapat merusak Ibu Kota karena tanahnya lunak.  

    "Jadi jarak pusat gempa dengan kota yang jauh tidak berarti guncangannya lemah karena tergantung dari struktur tanah. Kalau tanahnya lunak, guncangannya akan terasa keras lagi," ujar Dwikorita.

    Wilayah Jakarta berpotensi terdampak gempa bumi yang bersumber dari zona megathrust subduksi dan sesar aktif. Jika terjadi gempa kuat di zona megathrust, sebagian besar wilayah Jakarta akan memiliki kerentanan sangat tinggi terhadap gempa bumi.

    Baca: Gempa, 2 Pegawai Pemkot Bekasi Pingsan Dievakuasi ke RSUD

    Dia mencontohkan, Jakarta sudah mengalami gempa merusak sebanyak empat kali, yakni pada 1699, 1757, 1880, dan 1834. "Persepsi bahwa Jakarta aman gempa adalah keliru, karena gempa Lebak M 6,1 pada 23 Januari 2018 intensitasnya mencapai V-VI MMI di Jakarta," tuturnya.

    Karena itu, Kepala BMKG mengimbau warga Jakarta mulai memahami bahaya gempa bumi dan memulai kegiatan edukasi mitigasi bencana gempa bumi. Aspek keamanan bangunan di Jakarta juga harus diperhatikan. Perlu ada audit bangunan dan gedung bertingkat serta memastikannya aman dari gempa bumi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.