Selasa, 22 Mei 2018

Sandiaga Uno Dapat Laporan BMKG Ada Patahan Gempa di Berlan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa bumi. ANTARA FOTO

    Ilustrasi gempa bumi. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendapatkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait ada patahan gempa di Berlan, Matraman. BMKG meminta agar Pemprov DKI meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa di wilayah Jatinegara tersebut.

    "Ada patahan yang selama ini tidak aktif," ujar Sandiaga di Balaikota DKI, Selasa 13 Februari 2018.

     
    BMKG mengunjungi Balaikota DKI pada Senin, 12 Februari 2018. Sandiaga Uno menyampaikan bahwa salah satu yang didiskusikan dalam pertemuan itu adalah patahan gempa di kawasan Berlan.
     
    Menurut Sandiaga Uno, BMKG tengah mempelajari data dari tahun 1916 mengenai pergerakan patahan tersebut. "Saya diberikan laporan untuk meningkatkan kewaspadaan di daerah sana," ujar Sandiaga.

    Sebelumnya, Kepala BPBD DKI Jupan Royter Tampubolon menanyakan potensi gempa susulan setelah gempa Lebak kemarin. "Dan itu yang disampaikan oleh mereka," kata Sandiaga Uno.

    Baca: BMKG: Gempa Lebak Kembali Goyang Jakarta

     
    Menurut Sandiaga Uno, setiap kali gempa terjadi ada yang disebut golden period, yakni waktu 20 detik yang dibutuhkan dari indikasi awal sampai gempa sampai sini kalau jaraknya sejauh 200 kilometer. Pemprov DKI dan masyarakat harus menentukan prosedur standar untuk antisipasi gempa dalam periode waktu yang amat singkat tersebut.
     
    "Nah, mengenai patahan ini, yang selama ini tidak terlalu aktif dan tidak terlalu dipantau. Kami harus harus pantau, apalagi kejadian seperti ini kami berkoordinasi," kata Sandiaga.
     
    Saat ini, kata Sandiaga Uno, telah disepakati menindaklanjuti MoU antisipasi gempa dan kerja sama antara BMKG dengan BPBD, Damkar, Satpol PP. "Saya sudah menunjuk Pak Budi Utomo, staf khusus di kantor Wagub untuk menindaklanjuti," ungkapnya.

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Abdurrahman dan Abu Bakar Baasyir di Jaringan ISIS Indonesia

    Kelompok pendukung ISIS di Indonesia menjadikan Aman Abdurrahman sebagai pemimpin dan Abu Bakar Baasyir sebagai penasihat.