Begal Motor Lagi di Depok, Korban Disabet Celurit

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Razia pengendara motor/antisipasi begal. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Ilustrasi Razia pengendara motor/antisipasi begal. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Belum tuntas penanganan aksi geng motor yang melukai korbannya di Jalan Raya Bogor beberapa waktu lalu, kawanan begal motor kembali bikin onar di Kota Depok, Jawa Barat.

    Kali ini, kawanan begal tersebut beroperasi di kawasan Situ Pedongkelan RT 05 RW 05, Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok. Mereka melukai seorang remaja belasan tahun pada Kamis dinihari, 1 Maret 2018, sekitar pukul 02.30 WIB.

    Kepala Kepolisian Sektor Cimanggis Komisaris Sunarto mengatakan para pelaku yang berjumlah tiga orang datang ke Situ Pedongkelan dengan menggunakan satu kendaraan. “Saat bersamaan ada empat remaja menggunakan dua motor,” kata Sunarto kepada Tempo, Kamis, 1 Maret 2018.

    BacaTerlibat Aksi Begal Motor, Pelajar SMK di Bogor Ditangkap Polisi

    Pelaku menghadang korban dan mengacungkan celurit. Karena terancam korban kabur. Namun, satu korban yang posisinya paling dekat dengan pelaku disabet celurit hingga mengenai tangannya. Setelah berhasil menggasak sepeda motor milik korban, salah seorang pelaku hendak kabur tapi keburu ditangkap warga setempat.

    “Pelaku yang kita amankan berinisial MM (23), warga Kramat Jati, Jakarta Timur, sedangkan korban yang terkena sabetan celurit, yakni Fahrul Rozi (19), dibawa ke RS Tugu Ibu,” ujar Sunarto.

    Dari kejadian begal motor tersebut polisi menyita satu sepeda motor Yamaha Mio warna putih bernomor polisi B-6731-ERT milik korban lengkap dengan STNK. “Kami masih mengembangkan kasus ini untuk mengejar dua pelaku lainnya yang kabur.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.