PK Ahok Ditolak: FPI Jelaskan Kedekatan Dengan Artidjo Alkostar

Presiden Joko Widodo (tengah) membungkukkan badan disaksikan Ketua Mahkamah Agung (MA) M Hatta Ali (kiri) Ketua Kamar Pidana MA Artidjo Alkostar (kanan) sesudah memberikan sambutan pada rapat pleno laporan tahunan MA di Jakarta Convention Center, Jakarta, 1 Maret 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

TEMPO.CO, Jakarta - Beredar kabar bahwa Hakim Agung Artidjo Alkostar pernah menjadi pengurus Departemen Hukum dan HAM Front Pembela Islam (FPI), setelah Mahkamah Agung menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) vonis penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Daerah FPI DKI Jakarta Novel Bamukmin memberikan penjelasan tentang maraknya kabar itu. Menurut dia, tidak benar bahwa Artidjo, Ketua Majelis Hakim Perkara PK Ahok, adalah mantan pengurus organisasi buatan Rizieq Shihab itu.

“Itu tidak benar. Mungkin kalau sekedar dekat, mungkin pernah bersilahturahmi mungkin, iya,” kata Novel pada saat dihubungi Tempo pada Rabu, 28 Maret 2018.

BacaPK Ahok: Hakim Artidjo Alkostar Kerap Menangani Perkara Berat

Novel menuturkan, dia sudah mengikuti pengajian Rizieq Shihab sejak 1993 jauh sebelum FPI didirikan dan belum pernah bertemu Artidjo secara langsung. “Mungkin Artidjo pernah datang tapi saya tidak pernah lihat."

Artidjo belum memberikan penjelasan. Hingga berita ini diturunkan, dia belum menjawab panggilan dan pesan dari Tempo.

Majelis Hakim MA memutuskan PK Ahok ditolak pada Senin lalu, 26 Maret 2018. Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat MA Abdullah mengatakan, keputusan bulat diketok oleh Majelis Hakim yang terdiri Artidjo Alkostar (ketua), Salman Luthan, dan Sumardjiatmo.

Perkara PK Ahok diterima Kepaniteraan Pidana MA pada 7 Maret 2018 dan dikirimkan ke Majelis Pemeriksa Perkara Artidjo cs pada 13 Maret 2018. Ahok mengajukan PK atas vonis dua tahun bui yang ia terima atas perkara penistaan agama pada April 2017 di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Baca juga: Fifi Lety Lapor PK Ahok Ditolak, Bagaimana Reaksi BTP?

Sebelum menjadi Hakim Agung pada 2000, Artidjo adalah pengacara Human Right Watch Divisi Asia dan menjabat Direktur LBH Yogyakarta. Sejak 1976, Artidjo adalah Dosen Fakultas Hukum dan Pascasarjana Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, yang juga almamaternya. Lantas pada 1991 dia mendirikan dan mengelola Artidjo Alkostar and Associates hingga 2000. Di MA Artidjo menjabat Ketua Kamar Pidana hingga saat ini.

Perihal hubungan Artidjo dan FPI pernah diungkapkan Imam Besar FPI Rizieq Shihab dalam diskusi "Harapan Penegakan Hukum, Fenomena Artidjo Alkostar" di Jakarta pada Selasa, 4 Maret 2014, yang diadakan oleh Ikatan Alumni UII. Sejumlah tokoh memberi testimoni tentang Hakim Agung Artidjo Alksotar kala itu, antara lain Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, mantan Ketua MK Mahfud Md, Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki, hingga Rizieq Shihab.

Rizieq menuturkan bahwa Artidjo adalah kawan lamanya dan pernah menjadi bagian dari FPI. “Bila ada orang yang bilang bahwa sosok Pak Artidjo itu adil dan jujur. Saya tak kaget karena begitu karakter awal beliau ketika saya mengenalnya,” ujarnya dalam diskusi itu seperti dikutip situs berita hukumonline.com.

Simak juga : Cerita Jubir MA Soal Sosok Artidjo Alkostar yang Konon Dekat FPI

Dia mengatakan sudah dekat dengan Artidjo ketika mendirikan FPI pada 17 Agustus 1998. Artidjo tak segan meminta klarifikasi ketika mendengar tingkah laku FPI yang diberitakan garang di media massa. “Beliau langsung tabayyun (klarifikasi). Beliau tak mau menjadi korban media.”

Artidjo langsung datang ke Markas FPI di daerah Petamburan, Jakarta Pusat, dan diskusi berjam-jam dengan pengurus FPI. Artidjo juga tak segan-segan menyampaikan kritikan dan solusi.

“Akhirnya, kami minta beliau menjadi penasihat hukum kami. Dan beliau juga memberikan pendidikan penyadaran hukum kepada pengurus FPI,” ujar Rizieq.

Artidjo pun rajin dengan seminggu sekali datang ke Markas FPI sehingga, menurut Rizieq, berdampak positif bagi pengurus FPI sehingga mengetahui hukum dan konstitusi. Rizieq lalu meminta Artidjo memimpin Departemen Hukum dan HAM FPI yang kemudian diemban hingga Artidjo diangkat sebagai Hakim Agung. "Kami pun tahu diri. Kami merelakannya menjabat sebagai Hakim Agung."

Selanjutnya, Novel Bamukmin juga menuturkan bahwa dia mengenal Artidjo sebagai sosok hakim yang berani dan profesional. Dia mencontohkan putusan-putusan Artidjo dalam perkara koruptor. 

“Kami melihat (Artidjo Alkostar) di sisi itu. Jangan dikait-kaitkan dengan FPI, perlu tabayyun, perlu ditanyakan langsung ke yang bersangkutan," ujar Novel Bamukmin.

 





Wagub Riza Patria Sebut Pergub Penggusuran Bakal Dicabut Sebelum 16 Oktober

1 hari lalu

Wagub Riza Patria Sebut Pergub Penggusuran Bakal Dicabut Sebelum 16 Oktober

Warga kembali berunjuk rasa di depan Balai Kota menagih janji Anies Baswedan yang mau mencabut Pergub Penggusuran


Warga Kembali Gelar Aksi Tagih Janji Anies Baswedan Cabut Pergub Penggusuran

1 hari lalu

Warga Kembali Gelar Aksi Tagih Janji Anies Baswedan Cabut Pergub Penggusuran

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berjanji bakal mencabut Pergub Nomor 207 Tahun 2016 alias Pergub Penggusuran


Anies Bicara Keadilan, Sindir Kebijakan Ahok Batasi Pemotor di Sudirman-Thamrin

4 hari lalu

Anies Bicara Keadilan, Sindir Kebijakan Ahok Batasi Pemotor di Sudirman-Thamrin

Gubernur DKI Anies Baswedan menilai membatasi pengendara motor lewat Jalan Sudirman-Thamrin tidak adil


Pantai Maju di Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, Prostitusi, dan BJ Habibie Masuk Top 3 Metro

5 hari lalu

Pantai Maju di Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, Prostitusi, dan BJ Habibie Masuk Top 3 Metro

Pantai Maju Jakarta di pulau reklamasi Ahok yang diubah Anies, prostitusi yang dilarang di Jakarta , dan kenangan BJ Habibie masuk Top 3 Metro.


Pantai Maju Jakarta, Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, dan Tempat Main Layang-layang

6 hari lalu

Pantai Maju Jakarta, Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, dan Tempat Main Layang-layang

DKI Jakarta mengoperasikan kawasan Jalan Sehat dan Sepeda Santai (Jalasena) Pantai Maju Jakarta untuk bermain layang-layang.


Survei: 58,8 Persen Warga Tak Puas Kinerja Anies Baswedan, Dia Merelokasi Mirip Ahok

6 hari lalu

Survei: 58,8 Persen Warga Tak Puas Kinerja Anies Baswedan, Dia Merelokasi Mirip Ahok

NSN mengungkapkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semakin melorot yang mencapai 30,3 persen.


Massa Aksi Bela Rakyat Mau Terobos Barikade Menuju Istana, Polisi Kumandangkan Azan Magrib

8 hari lalu

Massa Aksi Bela Rakyat Mau Terobos Barikade Menuju Istana, Polisi Kumandangkan Azan Magrib

Massa Aksi Bela Rakyat yang menolak kenaikan harga BBM hendak menerobos barikade untuk menuju ke Istana.


Emak-emak Gabung Aksi Bela Rakyat Tolak Harga BBM Naik: Uang Dapur Ditekan untuk Pos Lain

8 hari lalu

Emak-emak Gabung Aksi Bela Rakyat Tolak Harga BBM Naik: Uang Dapur Ditekan untuk Pos Lain

Sekelompok emak-emak gabung Aksi Bela Rakyat menolak kenaikan harga BBM. Mereka datang sambil membawa alat masak.


FPI dan PA 212 Gelar Aksi Bela Rakyat di Patung Kuda Tolak Kenaikan Harga BBM

8 hari lalu

FPI dan PA 212 Gelar Aksi Bela Rakyat di Patung Kuda Tolak Kenaikan Harga BBM

FPI dan PA 212 menggelar Aksi Bela Rakyat di Patung Kuda menolak kenaikan harga BBM. Mereka juga menuntut pemerintah menurunkan harga bahan pokok.


Anies Sebut Kampung Kota Tak Diakui pada 2014, Saat Itu DKI Dipimpin Jokowi - Ahok

10 hari lalu

Anies Sebut Kampung Kota Tak Diakui pada 2014, Saat Itu DKI Dipimpin Jokowi - Ahok

Anies Baswedan memasukkan kampung kota dalam regulasi baru. Menurut dia, tidak ada terminologi kampung dalam aturan lama tata ruang tahun 2014.