DPRD DKI Minta Wali Kota Diganti, Sandiaga Uno Beberkan Evaluasi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melepas personel Satpol PP untuk memastikan penutupan di Diskotek Exotic dan Sense Karaoke, Kamis, 19 April 2018. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melepas personel Satpol PP untuk memastikan penutupan di Diskotek Exotic dan Sense Karaoke, Kamis, 19 April 2018. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta semua wali kota di DKI tidak terlalu merisaukan pernyataan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muhammad Taufik, yang meminta pergantian keseluruhan.

    Namun, menurut Sandiaga Uno, hal yang dilontarkan politikus Partai Gerindra itu tetap menjadi masukan bagi pemprov.

    “Apa saja yang disampaikan Pak Taufik, Pak Bestari, juga oleh PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), semuanya menjadi masukan bagi kami,” katanya di Balai Kota DKI, Sabtu, 21 April 2018. Penilaian kinerja, kata Sandiaga, tetap mengutamakan profesionalisme. Walaupun masukan dan kritikan dari masyarakat serta DPRD menjadi catatan tersendiri.

    Baca: Bus Transjakarta Terguling, Sandiaga Uno Stop Operasional 48 Unit Bus

    “Itu yang menjadi landasan kita untuk melakukan review, dan pada saatnya kita melakukan reshuffle,” ucap Sandiaga.

    Sebelumnya, Muhammad Taufik mengusulkan pergantian wali kota di DKI Jakarta kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

    Semua wali kota Jakarta, kata Taufik, harus diganti, kecuali Wali Kota Jakarta Utara Husein Murad. Taufik berasal dari daerah pemilihan Jakarta Utara pada pemilihan legislatif 2014. "Utara doang yang benerlah, yang lain harus diganti," kata Taufik di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 18 April 2018, mengenai usulan terbarunya ke Anies-Sandi itu.

    Taufik menilai kinerja empat wali kota itu tak bagus sehingga harus diganti. "Selatan (Wali Kota Jakarta) harus diganti, Barat (Wali Kota Jakarta) juga. Coba kamu nilai sendiri, deh," ujarnya. "Jakarta Barat coba hebat apanya? Hebat tidurnya?"

    Sandiaga Uno mengakui pernyataan DPRD di media itu membuat para wali kota waswas. Dia mengimbau agar para wali kota tetap bekerja karena evaluasi akan dilakukan berbasis kinerja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.