Sandiaga Uno Bicara tentang Korsel dan Korut di Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno hadir dalam pemeriksaan perkara sengketa tanah PT Japirex di Kantor Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya, 30 Januari 2018. TEMPO/Caesar Akbar

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno hadir dalam pemeriksaan perkara sengketa tanah PT Japirex di Kantor Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya, 30 Januari 2018. TEMPO/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur Sandiaga Uno mengatakan sebagai tuan rumah Asian Games 2018, pemerintah DKI  Jakarta siap menyambut kedatangan kontingen dari Korea Selatan dan Korea Utara. Bahkan pemerintah dnegan senang hati memfasilitasi jika kedua negara itu jika ingin berada dalam satu kontingen. “Seteru abadi itu tidak ada, tapi kawan yang abadi memang juga tidak ada,” kata Sandiaga di Kebayoran Baru, Sabtu 28 April 2018.

    Penyataan Sandiaga itu sebagai tanggapan atas kesepakatan damai antara pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di KTT Inter-Korea pada 27 April 2018. Kesepakatan itu ditandai dengan penanaman pohon perdamaian. Moon dan Kim juga menandatangani dokumen “Deklarasi Panmunjom untuk Perdamaian, Kemakmuran dan Unifikasi Semenanjung Korea”.

    Dalam dokumen itu antara lain disebutkan, Korea Selatan dan Korea Utara bersepakat mengakhiri semua sikap permusuhan yang menjadi sumber ketegangan militer dan konflik di semua area baik darat, laut dan udara. Selatan dan Utara juga sepakat bekerja sama secara aktif untuk melaksanakan kesepakatan perdamaian permanen di Semenanjung Korea.

    Menurut Sandiaga Uno, peristiwa ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh umat manusia di dunia, termasuk Indonesia. Dalam perhelatan Asian Games 2018 nanti, pemerintah Jakarta siap menggelar acara khusus untuk merayakan perdamaian antara Korea Selatan dan Korea Utara itu. “Nanti bisa dibuatkan masakan Korea,”ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.