Pelajar Pengancam Presiden Jokowi Dikeluarkan dari Sekolah?

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuplikan video seorang pria mengancam akan membakar rumah dan tembak Presiden Jokowi. Instagram.com

    Cuplikan video seorang pria mengancam akan membakar rumah dan tembak Presiden Jokowi. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan dirinya mendapat kabar kalau RJ, 16 tahun, pelajar sekolah menengah atas (SMA) yang mengancam Presiden Jokowi,  dikeluarkan dari sekolahnya.

    Informasi itu disampaikan Argoi di tengah proses gelar perkara terhadap lima rekan RJ. "Dia dikeluarkan ya (dari sekolah)," kata Argo saat ditemui di Gedung Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 28 Mei 2018.

    Namun, Argo tidak merinci alasan pihak sekolah mengeluarkan RJ. Sejak ditangkap polisi pada 23 Mei 2018, polisi tidak memberikan keterangan lengkap soal sekolah RJ. Tempo juga masih meminta konfirmasi terkait kabar ini ke pihak sekolah.

    RJ ditangkap karena membuat video ancaman akan menembak Presiden Jokowi. Video itu tersebar di media sosial. Meski bersalah, polisi tidak menahan RJ. Ia saat ini ditempatkan sementara di rumah aman milik Kementerian Sosial di daerah Bambu Apus, Jakarta Timur.

    Menurut Argo, hari ini polisi melakukan gelar perkara terhadap lima orang teman RJ. Sebab, kelima orang ini diduga ikut berperan di balik pembuatan video. Hanya saja, Argo masih enggan merinci hasil gelar perkara tersebut. "Nanti kami lihat apa kekurangan yang ada, kalau lengkap, segera kami kirim ke kejaksaan," kata Argo.

    Polisi sejauh ini telah memeriksa delapan orang saksi dalam kasus ancaman terhadap Presiden Jokowi, mulai dari teman RJ hingga pihak sekolah. Saksi ahli pun telah dimintai pendapat soal kasus ini. Argo menyebut penanganan perkara ini tetap akan disesuaikan dengan Undang-Undang nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. "Sudah ada aturannya," ujar Argo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.