Gangguan PPDB Online Bekasi, Kini Server Jaringan Normal Kembali

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Disdukcapil Kota Bekasi Jamus didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah melakukan launching PPDB Online, Senin, 2 Juli 2018. Foto/Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

    Sekretaris Disdukcapil Kota Bekasi Jamus didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah melakukan launching PPDB Online, Senin, 2 Juli 2018. Foto/Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendaftaran Peserta Didik Baru atau PPDB Online di Kota Bekasi, Jawa Barat, mengalami gangguan berupa hasil seleksi pendaftaran tak bisa dilihat oleh para orang tua siswa. Namun problem pada hari ketiga ini, Rabu 4 Juli 2018 hanya berlangsung sekitar 3 jam.

    "Ada kendala di PT Telkom, sudah diperbaiki," kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Kota Bekasi, Titi Masrifahati, Rabu, 4 Juli 2018 soal gangguan PPDB Online yang terjadi pada pagi hari tadi.

    Baca : Orang Tua Keluhkan Hasil PPDB Online Kota Bekasi Tak Bisa Dilihat

    Titi mengatakan, perbaikan kendala pada server di PT. Telkom butuh waktu sekitar dua jam. Namun, pada pukul 11.00 WIB, perbaikan sudah selesai. "Jika ada kendala, mohon diinformasikan, kami juga aktif mengecek," kata Titi lagi.

    Berdasarkan pengamatan Tempo di website PPDB Online Kota Bekasi data terlibat baru terbarui pada pukul 11.00 WIB.

    Sebelumnya, sejak pukul 08.00 masih terpampang data pendaftar kemarin. Orang tua siswa banyak yang menanyakan hal ini ke petugas PPDB online di setiap sekolah.

    Simak juga : IPB Terima 1.305 Mahasiswa Baru Lewat Jalur SBMPTN 2018

    Salah satu orang tua yang mengalami kesulitan mengakses PPDB online adalah Saeful Bahri, orang tua siswa yang mendaftarkan anaknya di SMP 33, Bekasi. Daftar pukul 08.30, sampai dengan pukul 10.30 belum terlihat di hasil seleksi. "Jam 11 baru datanya terbarui, tapi anak saya ketendang karena nilainya tidak cukup," ujar Saeful yang lalu mendaftarkan anaknya ke SMP 41.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.