Lurah Ini Sebut Kerusakan Trotoar Juga Dikeluhkan Warga di Qlue

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menunjukan jalur difabel yang rusak di Jalan Melawai Raya, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Juli 2018. TEMPO/Imam Hamdi

    Warga menunjukan jalur difabel yang rusak di Jalan Melawai Raya, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Juli 2018. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Lurah Melawai Kurnia Rita mengakui adanya sejumlah fasilitas trotoar yang mulai rusak di wilayahnya, padahal Asian Games tinggal sebulan lagi. Sejumlah ruas trotoar yang mulai rusak berada di Jalan Melawai Raya, Trunojoyo, Iskandaryah, dan Wolter Monginsidi.

    "Yang rusak kami sudah minta agar segera diperbaiki oleh (Dinas) Bina Marga," kata Rita, Jumat, 13 Juli 2018. Menurut dia, kerusakan trotoar dan jalan memang telah menjadi perhatian warga setempat. Pihak kelurahan, kata dia, langsung merespons keluhan tersebut ke dinas terkait agar segera diperbaiki.

    Baca: Asian Games, Ini Penyebab Sandiaga Uno Yakin Trotoar Bisa Beres

    "Keluhan trotoar rusak sudah sejak 2016 dikeluhkan warga melalui aplikasi Qlue dan mulai diperbaiki satu per satu," ujarnya.

    Terkait dengan mulai rusaknya jalur difabel di Jalan Melawai Raya, kelurahan pun baru mengetahuinya. Rita mengatakan trotoar tersebut baru selesai dibangun pada akhir 2017 lalu.

    Dari pantauan Tempo, sejumlah guiding block atau jalur difabel mulai rusak di Jalan Melawai. Bahkan ada lantai kuning guiding block di beberapa bagian yang telah hilang.

    Rita mengatakan pembangunan trotoar tersebut dilakukan Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Pihak kelurahan selalu memberikan informasi jika ada kerusakan ke dinas supaya bisa segera diperbaiki.

    Menurut Rita, kerusakan trotoar di Jalan Melawai belum separah di Wolter Monginsidi. Sebab, masih lebih banyak guiding block yang terawat di Jalan Melawai. "Nanti yang rusak saya akan informasikan agar ditindaklanjuti," ucapnya.

    Simak juga: Selama Asian Games 2018, PKL di Trotoar Bakal Masuk Gedung

    Petugas keamanan di pertokoan Melawai, Wari, 50 tahun, mengatakan kerusakan jalur difabel terjadi sejak Februari lalu. "Beberapa jalur untuk tunanetranya sudah gerompal (gompal) dan sudah ada yang lepas," tuturnya.

    Menurut dia, kerusakan jalur difabel yang terbuat dari plastik tersebut juga karena dipasang di permukaan yang tidak rata. Jadi, kata dia, di beberapa bagian ada yang bautnya lepas karena tidak rata. "Jadi cepat gerompal karena keangkat," katanya.

    Penyandang tunanetra, Taufiq Effendi, mengatakan sejumlah trotoar di Jakarta memang belum ramah untuk penyandang disabilitas seperti dirinya. Beberapa titik di tengah trotoar di Jakarta masih terdapat tiang listrik sampai lapak kaki lima. "Tapi sudah ada upaya pemerintah untuk memperbaiki lebih baik, dan saya lihat sudah ada langkah itu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.