Ojek Online Berunjukrasa Saat Asian Games Dibuka, Tuntutannya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengemudi ojek online yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda) berjalan menuju gedung DPR untuk melakukan aksi unjuk rasa, Senayan, Jakarta Pusat, 23 April 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah pengemudi ojek online yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda) berjalan menuju gedung DPR untuk melakukan aksi unjuk rasa, Senayan, Jakarta Pusat, 23 April 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) berencana kembali melangsungkan aksi demonstrasi para pengemudi ojek online pada 18 Agustus 2018. Tepat saat Asian Games resmi dibuka Presiden Joko Widodo.

    Anggota Presidium Garda, Danny Stefanus, mengatakan mereka (para pengemudi ojek online) masih menuntut kesejahteraan para pengemudi ojek online.

    Baca : Dishub DKI Minta Aplikasi Ojek Online Dimatikan di Area Tertentu

    "Kami tetap meminta agar aplikator mengembalikan tarif ojek online (ojol) di harga minimal, Rp 3.000 rupiah per kilometer," tutur Danny saat ditemui Tempo di daerah Cempaka mas, Jakarta Pusat, Senin, 16 Juli 2018.

    Selain itu, mereka, kata Danny, juga meminta pemerintah agar segera menyediakan payung hukum untuk memperjelas keberadaan ojek online di Indonesia. Soalnya, Danny menganggap dengan tarif Rp 1.200-Rp 1.600 per kilometer, banyak pengemudi ojol yang hidup dengan pendapatan tidak layak.

    "Aplikator seakan tidak peduli dan tidak menggubris tuntutan kami. Toh tuntutan kami tidak berlebihan dan tidak akan membebani aplikator," kata dia.

    Menurut Danny, aksi tersebut akan dilangsungkan di dua titik, yaitu Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta, serta Gelora Jaka Baring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan. Sekitar 50 ribu pengemudi ojol diperkirakan mengikuti aksi yang digelar di Jakarta.

    Sebelumnya, Garda, kata Danny, pertama melakukan aksi pada 23 November 2017. Sebanyak lima ribu orang pengemudi ojol berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, kemudian perwakilannya diterima oleh Deputi IV Kantor Staf Presiden, Tatang.

    Aksi kedua dilakukan pada 27 Maret 2017, saat sekitar 15 ribu pengemudi ojol berdemo di depan Istana Negara. Beberapa orang perwakilannya diterima langsung oleh Presiden Joko Widodo.

    Simak juga : Perombakan Eselon II Diungkit, Sandiaga Meyakini Sudah Penuhi Ketentuan

    Terakhir, 35 ribu pengemudi ojol berdemo di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 23 April 2018. Perwakilan para ojol, dalam demo tersebut, diterima oleh Ketua Komisi V Bidang Perhubungan DPR, Fary Djemy Francis. Mereka pun dipersilahkan mengikuti rapat dengar pendapat terkait tuntutan demonya.

    Menurut Danny, mereka tidak berencana menciderai pembukaan Asian Games 2018 dengan melakukan aksi demo di waktu yang sama. Menurut dia, waktu itu dipilih lantaran dianggap strategis untuk menyampaikan aspirasinya.

    "Karena kami sudah lelah berteriak, kami sudah bingung mencari waktu kapan lagi agar tuntutan kami didengar," ujar Danny lagi soal rencana aksi demonstrasi ribuan pengemudi ojek online tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.