Diprotes Copot Pejabat via WhatsApp, Anies: Semua Saya Telepon Satu Persatu

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menandatangani surat surat keputusan pelantikan sejumlah wali kota Jakarta, Bupati Kepulauan Seribu, dan pejabat tinggi DKI di Balai Kota Jakarta, 5 Juli 2018. Tempo/Amston Probel

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menandatangani surat surat keputusan pelantikan sejumlah wali kota Jakarta, Bupati Kepulauan Seribu, dan pejabat tinggi DKI di Balai Kota Jakarta, 5 Juli 2018. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklarifikasi soal kisruh pemberitahuan pencopotan lima wali kota DKI Jakarta era Ahok lewat pesan Whatsapp. Tata cara pemberitahuan pencopotan jabatannya yang dianggap tidak sesuai prosedur itu kini ditangani Komisi Aparatur Sipil Negara atau Komisi ASN.

    Baca: Penyebab Komisi ASN Selidiki Pencopotan Wali Kota DKI Oleh Anies

    "Kalau soal pengiriman (WhatsApp) tanya (para eks wali kota) saja ya, semua wali kota saya telepon satu per satu," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat pada Selasa, 17 Juli 2018.

    Menurut Anies, dirinya menelpon kelima mantan wali kota itu untuk mempercepat transisi perpindahan jabatan.

    "Karena ini keputusan cepat maka fasilitas-fasilitas yang diperlukan, kan mereka ada yang tinggal di rumah dinas ada yang tidak, saya sampaikan ke biro tata pemerintahan semua saya instruksikan fasilitasi agar transisinya itu smooth, saya telepon bicara semuanya," ucap Anies.

    Anies juga memastikan pihaknya telah memberikan Surat Keputusan Gubernur yang asli perihal pencopotan jabatan itu kepada lima pejabat DKI itu. SK tersebut telah dibuat sebelum serah terima jabatan pengganti lima wali kota tersebut.

    Baca: Dicopot Anies, Cerita Bekas Wali Kota Jaktim Merasa Tahanan Kota

    "Sebelum ada keputusan jadi, sudah ada SK-nya. Sudah semua tanda tangan, tapi karena ini berjalan cepat jadi nanti saya cek administrasinya," kata Anies.

    Sebelumnya, mantan Wali Kota Jakarta Barat era Ahok Anas Effendi mengaku tak pernah diberi tahu soal pencopotan dirinya oleh Anies Baswedan. Pencopotan itu, kata Anas, dilakukan melalui telepon semalam sebelum serah terima jabatan wali kota yang baru.

    "Semua wali kota yang dicopot juga sama, dihubungi lewat telepon atau pesan," kata Anas kepada Tempo.

    Baca: Anies Ganti Semua 5 Wali Kota Jakarta, Rapatnya Kemarin Sore

    Pemberitahuan kabar pencopotan yang tidak resmi juga turut menuai protes dari eks Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana. Dia keberatan diberi tahu soal pencopotannya melalui aplikasi pesan elektronik WhatsApp. 

    "Saya enggak masalah dicopot dari jabatan, yang saya masalahkan selama ini saya belum terima Keputusan Gubernur yang asli, hanya saya di-WA, dipensiunkan," kata Bambang.

    Perombakan jajaran wali kota dan bupati di lingkungan Pemerintah Provinsi Jakarta itu dilakukan Anies dalam waktu singkat. Setelah dirapatkan dan disetujui oleh DPRD DKI pada Rabu sore, keesokan harinya pelantikan pejabat baru langsung digelar. 

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.