Senin, 20 Agustus 2018

465 Orang Berebut 154 Kursi Kepala Desa di Bekasi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana rumah penduduk yang terkena dampak abrasi di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, 9 Juni 2017. Hamparan tambak mati, pohon bakau yang berada di depan rumah, dan sejumlah batu nisan yang tergenang oleh pasangnya air laut menjadi bagian yang tidak terpisahkan di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi yang telah terkikis oleh abrasi. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Suasana rumah penduduk yang terkena dampak abrasi di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, 9 Juni 2017. Hamparan tambak mati, pohon bakau yang berada di depan rumah, dan sejumlah batu nisan yang tergenang oleh pasangnya air laut menjadi bagian yang tidak terpisahkan di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi yang telah terkikis oleh abrasi. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Bekasi - Sebanyak 465 orang tersaring dalam pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Bekasi yang akan dilangsungkan pada 26 Agustus 2018. Desa yang mencari pemimpin sebanyak 154, tersebar di 24 kecamatan di wilayah kabupaten tersebut.

    Baca berita sebelumnya:
    Bareng Asian Games, Polisi Jaga Ketat Pilkades Serentak di Bekasi

    Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bekasi Yana Suyatna mengatakan sudah ada sejumlah calon yang gugur di tahap tes awal oleh tim independen yang dibentuk. "Karena kandidat di setiap desa dibatasi, minimal dua orang dan maksimal lima orang, itu sesuai dengan peraturan pemerintah," kata Yana, seperti yang dikutip di Koran Tempo, edisi Selasa, 24 Juli 2018.

    Yana mengatakan pemilihan kepala desa seperti pemilihan kepala daerah (pilkada) dan pemilihan legislatif. Syarat utama bisa menggunakan hak pilih adalah warga yang mempunyai identitas kependudukan secara elektronik di desa tersebut. "Lebih fair dan adil, serta tingkat kecurangan dapat diminimalisasi," kata Yana.

    Kepala Bidang Pemerintah Desa pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bekasi Beni Yusnandiar mengatakan pemerintah mengalokasikan dana Rp 28 miliar untuk proses pemilihan kepala desa serentak di wilayah setempat. "Dana dibagi ke semua desa yang menggelar pemilihan kepala desa," ujarnya.

    Baca:
    Ada Tim Tangkap Tangan di Pilkades Serentak Tangerang
    Pilkades E-Voting di Bogor, Yang Bingung Disoraki

    Menurut Beni, di setiap desa, beda besaran dana mulai Rp 150 juta hingga Rp 350 juta, tergantung pada jumlah pemilih di desa itu. Ia mengatakan, jika dana yang dialokasikan dianggap kurang oleh panitia, para calon bisa dimintai sumbangan. "Tapi harus melalui kesepakatan bersama," ucapnya.

    Selain dari sumbangan, kata Beni, kekurangan dana bisa ditutup dengan anggaran dana desa. Ia mengatakan pemerintah daerah hanya mampu mengalokasikan dana Rp 28 miliar, mengingat ada keterbatasan anggaran. "Kami berharap sudah cukup dana yang kami alokasikan untuk kebutuhan logistik dan panitia penyelenggara," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Atlet Andalan Indonesia di Asian Games 2018

    Inilah atlet-atlet andalan Indonesia di Asian Games 2018