Sidang Pembubaran JAD, JPU: JAD Terbukti Meneror dan Gabung ISIS

Editor

Dwi Arjanto

Pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Zainal Anshori alias Abu Fahry alias Qomaruddin bin M. Ali (kiri), mengikuti sidang perdana pembubaran JAD di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 24 Juli 2018. Dalam sidang tersebut, JAD didakwa sebagai kelompok yang menggerakkan teror di Indonesia dan telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan obyek vital. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta -Dalam sidang lanjutan kasus pembubaran kelompok Jamaah Ansharut Daulah atau JAD hari ini Kamis 26 Juli 2018, Jaksa Penuntut Umum menuntut kelompok JAD untuk segera dibekukan.

Pasalnya JPU mengatakan bahwa JAD telah terbukti melakukan tindakan terorisme dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang.

Baca : Hari Ini Sidang Perdana Pembubaran JAD di PN Jaksel, Agendanya?

JPU Jaya Siahaan menuntut agar Majelis Hakim untuk membekukan JAD, karena anggotanya Zainal Anshori alias Abu Fahry alias Qomarudin Bin M. Ali telah terbukti melakukan tindak terorisme atas nama suatu organisasi.

Sidang perdana pembubaran Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 24 Juli 2018. Sebanyak lima teroris dihadirkan dalam sidang pembubaran JAD. TEMPO/Nurdiansah

“Supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan membekukan korporasi atau organisasi JAD, dan organisasi lain yang berafiliasi dengan ISIS (organisasi teroris Negara Islam Irak dan Suriah), serta menyatakannya sebagai organisasi yang terlarang,” kata Jaya dalam tuntutannya, pada persidangan hari ini, Kamis 26 Juli 2018, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Tuntutan ini didasarkan pada Pasal 17 ayat (1) dan ayat (2) Jo Pasal 6 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidara Terorisme sebagaimana telah ditetapkan menjadi Undang-Undang Repubik Indonesia Nomor 15 Tahun 2003.
Simak juga :

Kuasa hukum JAD, Asludin Hatjani, mengatakan akan mengatakan akan menggunakan kesempatan dari Hakim untuk melakukan pembelaan. “Pledoi akan didasarkan pada apa yang terungkap di persidangan, khususnya dari keterangan para saksi yang diperiksa,” demikian Asludin.

Adapun 7 telepon genggam, 5 sim card, dan 4 memory card ditetapkan sebagai barang bukti dalam sidang kasus pembubaran kelompok JAD tersebut.

FIKRI ARIGI | DA






Moeldoko Sebut Tren Serangan Teror Menurun, Tak Lama Ada Bom Astana Anyar

8 jam lalu

Moeldoko Sebut Tren Serangan Teror Menurun, Tak Lama Ada Bom Astana Anyar

Moeldoko mengklaim upaya Indonesia dalam penanganan aksi terorisme sudah terbukti telah membuahkan hasil saat bertemu Menteri Kirgizstan


7 Fakta Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar, Mantan Narapidana Terorisme hingga Lone Wolf

11 jam lalu

7 Fakta Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar, Mantan Narapidana Terorisme hingga Lone Wolf

Bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astanaanyar Bandung kemarin dilakukan seorang mantan narapidana terorisme Agus Sujatno.


Deretan Kantor Polisi yang Pernah Menjadi Sasaran Teror Bom, Selain Polsek Astana Anyar

23 jam lalu

Deretan Kantor Polisi yang Pernah Menjadi Sasaran Teror Bom, Selain Polsek Astana Anyar

Serangan bom di kantor polisi sudah berulang kali terjadi di Indonesia. Di mana saja?


Bom Astanaanyar Bandung, AS Ingatkan Punya Kerja Sama Kontraterorisme

23 jam lalu

Bom Astanaanyar Bandung, AS Ingatkan Punya Kerja Sama Kontraterorisme

Duta Besar Amerika Serikat Sung Y. Kim menyebut pihaknya akan memantau situasi seputar bom Astanaanyar, Bandung, yang diduga melibatkan jaringan terorisme


Waspada Bom Polsek Astanaanyar, Kapolres Bogor Ajak Warga Tingkatkan Keamanan dan Mitigasi Terorisme

1 hari lalu

Waspada Bom Polsek Astanaanyar, Kapolres Bogor Ajak Warga Tingkatkan Keamanan dan Mitigasi Terorisme

Pascabom Polsek Astanaanyar, masyarakat Kabupaten Bogor diminta meningkatkan deteksi dini terorisme.


Ungkap Pelaku Bom Polsek Astana Anyar, Kapolri Pastikan Sedang Telusuri Jaringan di Belakangnya

1 hari lalu

Ungkap Pelaku Bom Polsek Astana Anyar, Kapolri Pastikan Sedang Telusuri Jaringan di Belakangnya

Kapolri pastikan tengah menyelidiki jaringan di belakang pelaku bom Polsek Astana Anyar.


Ungkap Identitas Pelaku Bom Polsek Astanaanyar, Kapolri Sebut Mantan Napiter, Pernah Dihukum 4 Tahun

1 hari lalu

Ungkap Identitas Pelaku Bom Polsek Astanaanyar, Kapolri Sebut Mantan Napiter, Pernah Dihukum 4 Tahun

Kapolri Jenderal Sigit mengungkapkan bahwa pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar adalah mantan narapidana terorisme.


Anggota DPR Sebut Metode Deradikalisasi BNPT Perlu Dievaluasi

1 hari lalu

Anggota DPR Sebut Metode Deradikalisasi BNPT Perlu Dievaluasi

Santoso menyebut BNPT mesti mengevaluasi program deradilakisasi terhadap bekas napiter.


BNPT Sebut Pelaku Bom di Polsek Astanaanyar Lone Wolf, Diduga Ada Kaitan dengan JAD

1 hari lalu

BNPT Sebut Pelaku Bom di Polsek Astanaanyar Lone Wolf, Diduga Ada Kaitan dengan JAD

Boy menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih mendalami mengenai jaringan dari pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar


Korban Bom Polsek Astana Anyar Dapat Santunan dari LPSK

1 hari lalu

Korban Bom Polsek Astana Anyar Dapat Santunan dari LPSK

LPSK Beri Santunan kepada korban bom Polsek Astana Anyar, Bandung.