Begini Polisi Bongkar Jaringan Pemasok Narkoba Tenda Oranye

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kolong jalan tol di Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, yang disebut polisi menjadi markas geng penjambretan Tenda Oranye, Rabu 12 Juli 2017. Imam Hamdi/Tempo.

    Kolong jalan tol di Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, yang disebut polisi menjadi markas geng penjambretan Tenda Oranye, Rabu 12 Juli 2017. Imam Hamdi/Tempo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat menangkap pria berinisial T yang membawa 700 gram sabu. T diduga memiliki keterlibatan yang sama dengan salah satu anggota jaringan narkoba berinisial FJ yang terciduk pada 16 Juli.

    Baca: Polda Metro Jaya Bekuk Pilot Konsumsi Sabu di Bandara Halim PK

    Kepala Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi melalui Kepala Satuan Reserse Narkoba AKB Erick Frendiz di Jakarta, Sabtu, 4 Agustus 2018, mengatakan tersangka T ditangkap dengan barang bukti sabu-sabu pada Jumat sore di kawasan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.

    "Dari tersangka T, kita amankan barang bukti berupa 700 gram sabu," ujar Erick, Sabtu.

    Tersangka T ditangkap setelah tim narkoba yang dipimpin langsung Wakil Kepala Satuan Reserse Narkoba Komisaris Indra menggeledah rumah kontrakan yang ditinggali tersangka.

    "Tersangka saat kita melakukan penggeledahan sedang beristirahat di kontrakannya," kata Indra.

    Baca: 26 Kilogram Sabu Diblender dan Dibuang ke Selokan Limbah Bandara

    Penangkapan terhadap tersangka pengedar narkoba T merupakan hasil pengembangan dari penangkapan tersangka FJ yang dilakukan pada Kamis. Tersangka FJ merupakan pemasok sabu kepada kelompok penjambret tenda oranye. Dia ditangkap di sebuah hotel di Cengkareng, Jakarta Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.