Pemecahan Rekor Dunia Poco Poco, 250 Mahasiswa Ini Ikut Bangga

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi para peserta saat pemecahan rekor dunia atau Guinness World Record senam poco-poco di Monas, Jakarta Pusat, Ahad, 5 Agustus 2018. AP Photo/Tatan Syuflana

    Aksi para peserta saat pemecahan rekor dunia atau Guinness World Record senam poco-poco di Monas, Jakarta Pusat, Ahad, 5 Agustus 2018. AP Photo/Tatan Syuflana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemecahan rekor dunia senam Poco Poco meninggalkan kesan beragam pada para pesertanya. Di antara peserta Guinness World Record (GWR) Tari Poco Poco itu adalah 250 mahasiswa Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), Tangerang Selatan, Banten.

    Baca:
    Asian Games 2018, 65 Ribu Pesenam Poco Poco Pecahkan Rekor Dunia 

    "Pemecahan rekor dunia tari poco-poco sebagai salah satu cara kita untuk melestarikan budaya," ujar Rangga Nugraha, satu di antara mahasiswa (STMKG) itu ketika ditemui usai senam di Jakarta, Minggu 5 Agustus 2018.

    Menurut Rangga, gerakan Tari Poco-poco sama sekali tidak sulit. Ia bersama ratusan temannya terlibat dengan hanya membutuhkan tiga kali latihan sebelumnya. Mereka juga sangat antusias.

    “Acaranya keren, bisa dibayangkan betapa ramainya peserta tadi,” kata Rangga yang mewakili seluruh teman-temannya itu dengan bangga.

    Baca:
    Usai Rekor Dunia Poco Poco, Peserta Protes di Medsos

    Pemecahan rekor dunia tari atau senam Poco Poco dibuka Ibu Negara  Iriana Joko Widodo. Kegiatan ini ditujukan sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya bangsa, mengokohkan persatuan, dan menyosialisasikan hajatan besar Asian Games 2018.

    Sebanyak 65 ribu peserta yang datang dari berbagai daerah, termasuk pelajar, di Jakarta terlibat di dalamnya. Sebelumnya, para peserta itu dilatih oleh 1.500 instruktur senam.

    Sebanyak puluhan ribu peserta itu membentuk formasi tidak hanya di kawasan Monas, tetapi juga di sepanjang Jalan Thamrin, Sudirman hingga bundaran Senayan. Sayangnya, tata suara disiapkan tak merata.

    Sejumlah peserta yang berada di kawasan Simpang Susun Semanggi hingga Bundaran Senayan serta Jalan Thamrin menyatakan suara musik dan aba-aba tidak terdengar. Mereka mengeluhkan tak ada satu pun panitia poco poco yang memberikan arahan serta merapikan barisan.

    Baca juga:
    Ribut Kontainer di Atas Trotoar, Ini Penjelasan Inasgoc

    "Kami dikumpulkan cuma buat scan barcode doang biar memenuhi 65 ribu peserta," ujar akun @jirraperbawa di akun instagram @pocopocogwr, akun resmi upaya pemecahan rekor dunia itu.

    Pemecahan rekor dunia itu dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi beserta Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selain itu, turut mendampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Polri Jenderal Muhammad Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.