Senin, 17 Desember 2018

Usai Rekor Dunia Poco Poco, Peserta Protes di Medsos

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana saat ribuan peserta mengikuti pemecahan rekor dunia atau Guinness World Record senam poco-poco di Monas, Jakarta Pusat, Ahad, 5 Agustus 2018. Sebanyak 65 ribu peserta dari berbagai kalangan, termasuk para pejabat hingga pelajar, mengikuti acara akbar ini. AP Photo/Tatan Syuflana

    Suasana saat ribuan peserta mengikuti pemecahan rekor dunia atau Guinness World Record senam poco-poco di Monas, Jakarta Pusat, Ahad, 5 Agustus 2018. Sebanyak 65 ribu peserta dari berbagai kalangan, termasuk para pejabat hingga pelajar, mengikuti acara akbar ini. AP Photo/Tatan Syuflana

    Jakarta - Pemecahan rekor dunia Guinness World Records oleh senam poco-poco, Minggu pagi 5 Agustus 2018, menuai protes dan keluhan dari peserta. Acara senam bersama itu diprotes lantaran dinilai tidak profesional dan menelantarkan peserta yang jumlahnya mencapai ribuan.

    Baca:
    Ikuti Rekor Dunia Tari Poco poco, Ini Kata Anies Bswdan

    Keluhan dan protes tersebut dilontarkan dan membanjiri media sosial, yakni di akun resmi pemecahan rekor dunia poco-poco di instagram @pocopocogwr. Rata-rata dari mereka mengeluhkan perihal pengeras suara yang tidak menyebar secara merata di sepanjang Jalan Sudirman – Thamrin yang menjadi lokasi pemecahan rekor tersebut.

    Terungkap kalau sampai acara senam selesai, tidak ada solusi dari panitia penyelenggara terkait kendala tersebut. Ini di antaranya terjadi di jalan dari Simpang Susun Semanggi sampai Patung Senayan. Peserta di sini menyebutkan tarian tanpa iringan musik karena ketiadaan soundsystem.

    “Sampai jam 8 hening, tak ada aba-aba. Akhirnya kami menari poco-poco tanpa diiringi musik," tulis akun @puspita_halim di akun @pocopocogwr, Ahad 5 Agustus 2018.

    Seperti diketahui, pemecahan rekor senam poco-poco melibatkan 65 ribu peserta yang datang dari berbagai daerah, termasuk pelajar, di Jakarta. Sebelumnya, para peserta itu dilatih oleh 1.500 instruktur senam.

    Baca:
    Ikut Rekor Dunia Poco poco, Narapidana juga Masuk MURI

    Sebanyak puluhan ribu peserta itu membentuk formasi tidak hanya di kawasan Monas, tetapi juga di sepanjang Jalan Thamrin, Sudirman hingga bundaran Senayan. Sayangnya, tata suara disiapkan tak merata. Peserta di akun instagram @pocopocogwr mengatakan suara musik dan aba-aba juga tidak terdengar untuk peserta yang ada di Jalan Thamrin.

    Mereka yang berada di sekitar kawasan Senayan juga merasa ditelantarkan oleh panitia. Sebab, selain tak ada soundsystem, tak ada satu pun panitia poco-poco yang memberikan arahan serta merapikan barisan. "Kami dikumpulkan cuma buat scan barcode doang biar memenuhi 65 ribu peserta," ujar akun @jirraperbawa.

    Hingga saat ini, pihak penyelenggara poco-poco belum memberikan konfirmasi soal protes yang membanjiri akun media sosialnya. Pesan yang Tempo kirimkan melalui pesan langsung di instagram juga belum dibalas oleh penyelenggara.

    Baca:
    Pemecahan Rekor Dunia Poco poco, 250 Mahasiswa Ini Ikut Bangga

    Pemecahan rekor dunia itu dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi beserta Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selain itu, turut mendampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Polri Jenderal Muhammad Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".