Lagi, Pengendara Motor Terperosok Lubang Proyek Jalan Fatmawati

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara motor terperosok ke dalam lubang proyek Jalan Fatmawati. Instagram.com/jktinfo via @idham.apriyadi dan @apidah08

    Pengendara motor terperosok ke dalam lubang proyek Jalan Fatmawati. Instagram.com/jktinfo via @idham.apriyadi dan @apidah08

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pengendara motor terperosok  ke dalam lubang proyek mainhole utilitas di dekat Plaza Mebel di Jalan Fatmawati, Rabu, 8 Agustus 2018. Kejadian tersebut dilaporkan ke instagram @jktinfo oleh @idham.apriyadi dan @apidah08 sekitar 10.00 pagi tadi.

    Baca: Lubang Mendadak Muncul di Parkiran RS Koja

    Dalam foto yang diunggah di instagram @jktinfo itu terlihat tiga orang pria tengah mengikat sepeda motor yang terperosok lubang beton proyek agar bisa diangkat ke atas.    

    Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali angkat bicara ihwal kejadian tersebut. Menurut dia, kejadian tersebut bukan yang pertama terjadi di kawasan tersebut. "Saya sudah mendengar, tapi belum ke lokasi," kata Marullah saat dihubungi, Rabu, 8 Agustus 2018.

    Ia mengatakan sebelumnya telah menegur agar kontraktor galian proyek tersebut bisa memberikan tanda agar tidak ada lagi pengendara motor yang terperosok ke dalamnya.

    Marullah berjanji bakal menegur kembali kontraktor proyek agar lubang tersebut tidak memakan korban.

    Baca: Waspadai 41 Lubang di Jalanan Jakarta

    "Waktu itu kejadian seperti itu, malamnya juga saya langsung ambil langkah-langkah," ujarnya.

    Pengendara motor bernama Dwi Putra, 26 tahun, mengatakan kondisi jalan di Jalan Raya Fatmawati memang bergelombang, berpasir dan banyak galian. "Setahu saya memang tadi pagi ada motor yang terperosok," ujarnya.

    Menurut dia, pengendara motor itu terperosok karena tidak ada rambu peringatan dan lubang galian tidak ditutup. Bahkan, pada Juli lalu, ada mobil terperosok di lubang yang ada di sekitar kawasan tersebut. "Memang bahaya kalau dibiarkan begitu saja. Apalagi tidak ada tanda peringatan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.