Usai Tes, Sandiaga Balas Dendam Makan Nasgor Legendaris Ini

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres Sandiaga Uno menyantap nasi goreng Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Senin, 13 Agustus 2018. Tempo/Adam Prireza

    Cawapres Sandiaga Uno menyantap nasi goreng Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Senin, 13 Agustus 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno “balas dendam” usai berpuasa untuk tes kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto. Sandiaga memilih nasi goreng kambing yang legendaris di Jalan Kebon Sirih, Senin malam, 13 Agustus 2018.

    Baca: Pilih Pengganti Sandiaga, Anies Baswedan Tunggu Penetapan Jokowi

    “Bales dendam banget ini,” ujar Sandiaga yang memilih menu nasi goreng kambing plus tongseng.

    Cawapres Sandiaga Uno tengah menyantap nasi goreng Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Senin, 13 Agustus 2018. Tempo/Adam Prireza

    Awak media sempat mempertanyakan porsi makan Sandiaga yang tak sampai setengah piring. Ia mengaku memang terbiasa makan dengan porsi sedikit. “Saya memang biasa makan sedikit tapi sering,” kata dia.

    Usai menyantap hidangannya, Sandiaga sempat bercerita ihwal tes kesehatan yang ia jalani bersama pasangannya, Bakal Calon Presiden sekaligus Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

    Baca: Sandiaga Uno Enggan Bicara Kriteria Penggantinya di DKI, Sebab...

    Keduanya menjalani 16 tahapan tes kesehatan sebagai salah satu syarat menjadi calon presiden dan calon wakil presiden di Pemilihan Presiden 2019. Kurang lebih, kata Sandiaga, tes kesehatan yang ia jalani selama 8 jam.

    "Tesnya jauh lebih ketat dari pada saat Pilgub dahulu. Alatnya juga lebih canggih,” ucap Sandiaga.

    Tes kesehatan yang dijalani Sandiaga dan capres Prabowo Subianto ini adalah syarat dalam pendaftaran di laga Pemilihan Presiden 2019. Pasangan Jokowi - Ma’ruf Amin lebih dulu menjalani tes di tempat yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.