Jumat, 16 November 2018

Kantongi Izin dari Kemenhub, Hari Ini LRT Uji Operasi

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konstruksi jalur kereta ringan atau LRT yang bakal diuji operasi pada Rabu pekan depan, telah rampung 100 persen

    Konstruksi jalur kereta ringan atau LRT yang bakal diuji operasi pada Rabu pekan depan, telah rampung 100 persen

    TEMPO.CO, Jakarta - Light Rail Transit atau LRT Jakarta dipastikan akan menjalani uji operasi hari ini, Rabu, 15 Agustus 2018. Kepastian itu diperoleh setelah Kementerian Perhubungan mengeluarkan sertifikat laik operasi untuk kereta ringan tersebut.

    Baca: Izin Operasi LRT Jakarta Sudah Diteken Dirjen?

    Project Director LRT Jakarta Allan Tandiono mengatakan uji operasi untuk rute Velodrome-Kelapa Gading itu melibatkan sejumlah pihak termasuk PT Jakarta Propertindo (Jakpro). "Termasuk teman-teman yang terlibat dalam pembangunan," kata Allan melalui pesan singkat, Selasa, 14 Agustus 2018.

    Sebelumnya, LRT akan diuji operasi pada 10 Agustus lalu. Namun, rencana itu batal karena belum mendapatkan izin dari Kementerian Perhubungan. Allan menuturkan, izin yang diberikan saat ini ditunjukan untuk empat train set.

    Pemerintah mengebut pengerjaan LRT agar bisa dioperasikan saat Asian Games 2018 digelar. Namun belakangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, proyek senilai Rp 5,3 triliun itu tidak menjadi sarana pendukung Asian Games.  

    Baca:

    Uji LRT Jakarta Terancam Mundur Lagi, Karena Tersandung Iizn Kemenhub

    Direktur Media dan Public Relation INASGOC Danny Buldansyah juga menegaskan, LRT tidak dkigunakan untuk sarana transportasi atlet Asian Games. Alasannya, penggunaan bus lebih efektif untuk mengantar atlet dari wisma ke venue pertandingan. "Dijemput di depan Wisma Atlet langsung ke venue, enggak ada jalan kaki lagi," ucap Danny, 11 Agustus 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.