Obor Asian Games 2018 Diarak di Ibu Kota

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Jakarta Timur menyalakan obor di Jakarta untuk pertama kali di Lippo Plaza Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu, 15 Agustus 2018. Maria Fransisca Lahur.

    Walikota Jakarta Timur menyalakan obor di Jakarta untuk pertama kali di Lippo Plaza Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu, 15 Agustus 2018. Maria Fransisca Lahur.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kirab obor Asian Games 2018 sudah memasuki wilayah Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. Usai serah terima dari Pemerintah Kota Depok, obor akan dibawa dari titik awal di Lippo Plaza Kramat Jati, Jakarta Timur.

    Baca:
    Di Bogor, Obor Asian Games Diarak Keliling Istana

    Di titik lokasi itu ratusan siswa sudah tampak berkumpul sejak Rabu  pagi 15 Agustus 2018 untuk ikut memeriahkan kirab obor tersebut. Seorang di antaranya, siswa Kelas 5 SDN 07 Kramat Jati Raffa Dwi Handhika, mengaku senang.

    “Senang banget diajak ke acara ini karena bisa lihat obor Asian Games,” katanya.

    Raffa bercerita datang dalam kelompok siswa kelas 4, 5, dan 6 dari sekolah itu. Beberapa sekolah lain yang mengirim para siswanya adalah SDN 01 dan 13 Kramat Jati. 

    Baca:
    Ini Jadwal Penutupan Jalan Saat Pembukaan Asian Games di GBK

    Kirab Obor Asian Games juga melibatkan pengawalan dari petugas kepolisian dan dinas perhubungan. Kirab rencananya melalui rute di Jakarta Timur dan Selatan, lalu menginap di Balai Kota.

    Beberapa pembawa obor juga tampak di titik awal rute itu. Diantaranya adalah mantan atlet bulu tangkis, Verawaty Fajrin. “Nggak nyangka bisa bawa obor Asian Games. " katanya.

    Asian Games 2018 dijadwalkan dibuka pada 18 Agustus mendatang. Saat ini sejumlah cabang olah raga telah mulai dilombakan atau dipertandingkan. Pesta olah raga bangsa-bangsa di Asia ini akan berlangsung hingga 2 September mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.