Ganggu Pejalan Kaki, Shelter Ojek Online di Senayan Dipindah

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shelter sebuah ojek online menutup sebagian trotoar di Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta Selatan, 15 Agustus 2018. TEMPO/Imam Hamdi

    Shelter sebuah ojek online menutup sebagian trotoar di Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta Selatan, 15 Agustus 2018. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Shelter ojek online yang berada di trotoar Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta Selatan, telah dibongkar karena dinilai mengganggu pejalan kaki. Shelter itu kini menempati layby atau cerukan jalan, sekitar 15 meter dari titik awal. 

    Koordintod Koalisi Pejalan Kaki Alfred menghargai langkah Grab Indonesia yang merespon keluhan pejalan kaki dengan memindahkan shelter tersebut. "Asal tidak di trotoar, jika ditempatkan di layby atau di jalan raya, tidak ada isu untuk pejalan kaki," kata Alfred, Kamis, 16 Agustus 2018.

    Simak juga: Koalisi Pejalan Kaki Mau Polisi - Dishub Gencarkan Tertib Trotoar

    Alfred mengatakan, trotoar disediakan untuk pejalan kaki. Karena itu, selain pejalan kaki, tidak ada yang boleh menggunakan trotoar meski untuk sementara. "Ketika shelter itu didirikan di badan trotoar, anggota kami mempertanyakannya," ujarnya.

    Shelter itu memang dibangun khusus untuk menaikan dan menurunkan pengguna ojek online. Awalnya ada dua shelter yang didirikan di trotoar Senayan. Namun keduanya telah dipindahkan. "Shelter tersebut didirikan Sabtu dan Minggu kemarin. Sebab, Grab merupakan official sponsor," kata Alfred.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.