Gerbang Tol Cikarang Utara Dibuka, Begini Efeknya Buat Bekasi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian saat mengatur lalu lintas di depan pintu masuk tol Cikarang, Jakarta, 8 Juni 2017. Polda Metro Jaya mendirikan empat pos di sepanjang jalan Tol Jakarta-Bekasi termasuk pos pada KM 11 yang menjadi titik kemacetan arus lalu lintas karena merupakan pertemuan arus dari Samper dan JORR. Tempo/Rizki Putra

    Petugas kepolisian saat mengatur lalu lintas di depan pintu masuk tol Cikarang, Jakarta, 8 Juni 2017. Polda Metro Jaya mendirikan empat pos di sepanjang jalan Tol Jakarta-Bekasi termasuk pos pada KM 11 yang menjadi titik kemacetan arus lalu lintas karena merupakan pertemuan arus dari Samper dan JORR. Tempo/Rizki Putra

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi, merespons positif dibukanya gerbang tol Cikarang Utara untuk akses truk besar ke Cikarang Dry Port di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang. Pembukaan gerbang tol itu pada Selasa dini hari lalu berdampak positif pada jalur arteri.

    Baca: Gerbang Tol untuk Truk ke Cikarang Dry Port Dibuka Malam Ini

    "Beban jalan arteri berkurang dengan adanya jalur khusus truk dari tol ke kawasan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kabupaten Bekasi, Jamaludin, Kamis, 30 Agustus 2018.

    Gerbang tol Cikarang Utara di kilometer 29 ruas jalan tol Jakarta-Cikampek sudah dibuka, namun baru ada dua gardu exit dan dua entrance yang dibuka. Adapun total gardu tol mencapai 12, rinciannya 7 exit, dan 5 entrance. Akses gerbang tol ini hanya melayani kendaraan dari Jakarta ke Cikarang Dry Port dan sebaliknya, tidak membuka jalur menuju ke Cikampek.

    Menurut Jamal, paling terdampak dengan dibukanya gerbang tol itu adalah jalur arteri di sekitar Jalan Raya Serang-Cibarusah, Jalan Raya Industri, dan jalur Kalimalang. Sebelumnya, truk dari Jakarta yang menggunakan Tol Jakarta-Cikampek keluar di gerbang tol Cikarang Barat lalu masuk Jababeka melalui jalan Serang-Cibarusah.

    Untuk menuju ke jalan tol dari Cikarang Dry Port, kata dia, truk menggunakan akses Jalan Kalimalang menuju ke Tol Cibitung. Kini, dengan dibukanya gerbang tol, maka otomatis truk baik dari jalan tol atau menuju ke tol tak lagi menggunakan jalur arteri, melainkan langsung ke tol. "Beban arteri otomatis berkurang," kata Jamal.

    Ia mengatakan, berkurangnya truk melintas di jalur arteri maka tingkat kerusakan dapat ditekan. Sebab, pembangunan jalan untuk jalur arteri tak didesain untuk dilintasi truk besar secara terus menerus. "Kemacetan juga dapat ditekan, terutama jalur Kalimalang dari Jababeka hingga ke Tol Cibitung," kata Jamal.

    Pemerintah daerah, kata dia, kini sedang melebarkan jalan Kalimalang. Jalur tersebut cukup padat kendaraan terutama pada saat buruh berangkat dan pulang bekerja ke sejumlah kawasan industri di Kabupaten Bekasi. Adapun, truk melintas di sana hampir 24 jam. "Jalan Kalimalang lebih mudah ditata kembali," ujar Jamal.

    Baca: Hari Ini 7 Gerbang Tol Ditutup, Polda: Hanya Simulasi

    Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia, Kyatmaja Lookman mengatakan, pembukaan gerbang tol tersebut ditunggu-tunggu. Soalnya, ucap dia, melintas gerbang tol itu dapat memangkas perjalanan truk hingga 30 menit. "Biaya bahan bakar otomatis juga berkurang," ujar Kyatmaja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.