Soal Kursi Wagub DKI, Muhammad Taufik Minta PKS Jangan Takut

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pembukaan Festival Jakarta Sehat 2018 di Monas, Jakarta Pusat pada Ahad, 9 September 2018. Tempo/Zara Amelia

    Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pembukaan Festival Jakarta Sehat 2018 di Monas, Jakarta Pusat pada Ahad, 9 September 2018. Tempo/Zara Amelia

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Daerah DKI Gerindra Muhammad Taufik tidak mengambil pusing ihwal dua nama yang akan diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai pengganti Sandiaga Uno di kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

    Taufik juga mengomentari soal klaim Presiden PKS Sohibul Iman yang mengatakan telah mendapat persetujuan dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengenai dua nama tersebut. Ia meminta PKS jangan takut bertanding dengan dirinya sebagai yang diusung oleh Gerindra.

    “Ya udah, jangan takutlah PKS bertanding di DPRD. Belum tentu saya menang juga,” katanya ketika ditemui di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, pada Rabu, 19 September 2018.

    Baca juga: Ingin Jadi Wagub DKI Jakarta, Ini Catatan Kasus Taufik Gerindra

    Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan partainya mengajukan dua nama calon Wagub DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Keduanya ialah Ahmad Syaikhu, mantan Wakil Wali Kota Bekasi dan calon Wagub Jawa Barat, serta Agung Yulianto, Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta.

    Taufik mengatakan DPD Gerindra telah mantap mengusung dirinya menduduki kursi DKI 2. Keputusan itu muncul dari rapat pimpinan DPD Gerindra yang digelar beberapa waktu lalu.

    Rencananya, hasil tersebut, kata Taufik, akan dibawa ke rapat pimpinan gabungan dengan mengundang seluruh dewan pimpinan cabang (DPC). Dia menyebut keputusan akhir akan ditentukan di sana.

    “Nanti rapatnya di Hotel Grand Alia Cikini hari Jumat,” tutur Taufik. “Insya Allah tidak akan berubah.”

    Kursi Wagub DKI Jakarta menjadi polemik antara PKS dan Gerindra sebagai pengusung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di pilkada 2017. Sohibul dalam sejumlah kesempatan mengklaim kursi itu menjadi hak partainya karena sudah merelakan posisi pasangan Prabowo Subianto dalam pilpres 2019 bukan dari PKS.

    Namun Muhammad Taufik menolak kesepakatan itu. Ia berargumen, Gerindra sebagai partai pengusung juga berhak mengajukan calon, yakni dirinya sendiri.

    Simak juga: Gerindra Rapat Pasca Sandiaga Pekan Ini, Jagokan Muhammad Taufik

    Sohibul enggan mengomentari manuver Taufik. Dia malah menyebutnya sebagai persoalan internal Partai Gerindra. Yang jelas, menurut Sohibul, Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Gerindra sudah berkomitmen menyerahkan posisi Wagub DKI untuk PKS.

    "Silakan tanya Pak Prabowo, tapi Pak Prabowo sudah berikan komitmen ke kami," ujar Sohibul Iman menjelaskan kursi Wagub DKI.

    ADAM PRIREZA | BUDIARTI UTAMI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.