Sabtu, 20 Oktober 2018

Anies Luncurkan Jak Lingko, Transjakarta: Sama Seperti OK OTrip

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angkot yang sudah terintegrasi dengan program OK-Otrip menaikkan dan menurunkan penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, 16 Januari 2018.  TEMPO/Subekti.

    Angkot yang sudah terintegrasi dengan program OK-Otrip menaikkan dan menurunkan penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, 16 Januari 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Transjakarta Wibowo mengatakan integrasi moda transportasi Jak Lingko sudah terlaksana pada saat ini. Sebab, pengoperasian Jak Lingko sama dengan One Karcis One Trip atau OK OTrip yang digagas mantan Wagub DKI Sandiaga Uno.

    Baca: OK Otrip Diganti dengan Jak Lingko, Apa Arti Lingko?

    "(Pengoperasian) sama dengan OK Otrip," kata Wibowo saat dihubungi, Selasa, 9 Oktober 2018.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan nama baru Jak Lingko sebagai rebranding program OK OTrip Sandiaga Uno. Anies memberikan nama Jak Lingko yang mencerminkan moda transportasi terintegrasi di Ibu Kota.

    Menurut Anies sudah 11 operator angkutan kota yang bergabung ke dalam Jak Lingko. Dari jumlah tersebut, kata dia, baru empat operator yang beroperasi di Jak Lingko, dengan total 484 armada. "Yang sudah beroperasi melayani 33 rute di Jakarta."

    Wibowo menjelaskan sejak moda transportasi pengumpan itu diuji coba pada Januari 2018, sampai sekarang sudah melayani 5 juta pelanggan. "Dengan bergabungnya 11 operator di Jak Lingko, kami optimis untuk memberikan layanan yang lebih maksimal."

    Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meluncurkan nama baru OK OTrip di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 8 Oktober 2018. TEMPO/Lani Diana

    Selain itu, dari kesepakatan penandatanganan antara Transjakarta dengan 11 operator kemarin, kata Wibowo, telah disepakati soal rumusan yang bakal disusun untuk sistem operasional, penyediaan alat dan lainnya. "Nanti juga akan ada penyesuaian rute."

    Soal tarif, Wibowo menjelaskan bahwa skema yang digunakan masih sama seperti tarif OK OTrip. Bagi penumpang yang awalnya naik angkot langsung dipotong biaya Rp 5 ribu.

    Harga tersebut hanya berlaku selama tiga jam. Jika lewat dari batas waktu tiga jam, maka penumpang dikenakan biaya tambahan Rp 3.500. "Tarif tambahan itu dikenakan jika dari naik angkot sampai naik Transjakarta waktunya lebih dari 3 jam."

    Selain itu, penumpang Transjakarta yang keluar gate bakal dikenakan tarif tambahan Rp 1.500, jika nanti masuk kembali. Wibowo mencontohkan jika ada penumpang yang naik Transjakarta ingin turun membeli kopi, dan naik kembali maka ada tarif tambahan.

    Sopir angkot yang sudah terintegrasi dengan program OK-Otrip menunjukkan cara menge-tap kartu di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, 16 Januari 2018. Uji coba sistem OK-Otrip dimulai sejak Senin, 15 Januari 2018 kemarin. TEMPO/Subekti.

    Tarif tambahan dengan tarif awal, kata dia, jika diakumulasi jumlahnya mencapai Rp 5 ribu. "Dalam tiga jam kalau sudah bayar Rp 5 ribu maka Rp 0 rupiah yang dikenakan," ucapnya.

    Baca: Anies Baswedan Luncurkan Jak Lingko, Ini Kata Organda DKI

    Menurut jubir Transjakarta ini, tarif tersebut sudah ideal untuk keterjangkauan tarif transportasi bagi masyarakat DKI. Sebab, tarif yang terjangkau diperlukan dalam moda transportasi umum di kota ini. "Tarif tersebut dihitung dari keterjangkauan."


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Kematian 10 Penentang Presiden Rusia Vladimir Putin

    Inilah 10 orang yang melontarkan kritik kepada Presiden Vladimir Putin, penguasa Rusia. Berkaitan atau tidak, mereka kemudian meregang nyawa.