Selasa, 11 Desember 2018

Polisi Akan Razia Tempat Mangkal Debt Collector di Tangerang

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gas sepeda motor. Januari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Ilustrasi gas sepeda motor. Januari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Tangerang - Polisi akan menyisir sejumlah lokasi yang diduga dijadikan tempat berkumpul para debt collector (penagih utang) di Tangerang. Langkah ini dilakukan setelah ada laporan dari masyarakat ihwal perampasan sepeda motor di jalan. Perampasan itu ternyata dilakukan oleh penagih utang

    Baca: Ada Aturan Hukum, Debt Collector Tak Bisa Asal Sita Kendaraan

    “Perampasan sepeda motor di jalanan itu tidak dapat dibenarkan," kata Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar Sabilul Alif, Rabu, 10 Oktober 2018. “Apalagi dilakukan dengan intimidasi dan kekerasan.”

    Penagih utang yang dimaksud Sabilul adalah KSN alias Pepen, 34 tahun. Ia merampas sepeda motor milik Suandi, 40 tahun, warga Kecamatan Kronjo. Suandi memang memiliki tunggakan cicilan atas kendaraan roda duanya itu.

    Sabilul mengatakan, tindakan masalah kredit macet harus diselesaikan melalui mekanisme hukum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. "Pemegang kendaraan berhak menanyakan kepada debt collector tentang sertifikat fidusia," kata Sabilul. "Bila tidak bisa menunjukkan dan tetap memaksa dengan kekerasan, itu bentuk perampasan, masuk ranah pidana."


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.