Senin, 22 Oktober 2018

Enam Pria yang Diduga Debt Collector, Keroyok Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pengeroyokan. huffingtonpost.com

    Ilustrasi Pengeroyokan. huffingtonpost.com

    TEMPO.CO, Bekasi - Seorang anggota Kepolisian Sektor Pondok Gede Kota Bekasi menjadi korban pengeroyokan di Jalan Raya Jatimakmakmur, Kecamatan Pondok Gede. Korban, Brigadir Kepala Karlos Infantri, menderita luka memar di wajah dan kepala. Sedangkan pelaku saat ini masih buron. Diduga mereka adalah debt collektor.

    Juru bicara Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing menjelaskan, pengeroyokan itu terjadi Selasa lalu. Saat itu Karlos yang berpakaian preman melintas di lokasi menggunakan sepeda motor Yamaha N-Max B 4589 KAO. "Korban diberhentikan oleh enam orang tidak dikenal," kata Erna, Rabu, 7 Juni 2017.

    Para pelaku mengatakan bahwa sepeda motor yang dikendarai korban bermasalah. Namun, Karlos menyangkal. Dia juga mengatakan dirinya anggota Polri. "Namun pelaku memaksa mengambil sepeda motor, karena korban bertahan akhirnya dikeroyok," kata Erna.

    Di saat bersamaan melintas seorang anggota Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya, Brigadir Dua Roy Fahruddin. Bintara polisi itu berupaya melerai pertikaian tersebut. "Para pelaku melarikan diri, bahkan sepeda motor yang dipakai ditinggal di lokasi," kata Erna.

    Karlos kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pondok Gede untuk ditindaklanjuti. "Korban sudah mendapatkan visum sebagai bukti penganiayaan," kata Erna.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, Ajun Komisaris Besar Dedi Supriyadi mengatakan masih menyelidiki pengeroyokan tersebut. Polisi berupaya mengidentifikasi pelaku melalui sepeda motor yang tertinggal di lokasi.

    Dua sepeda motor pelaku yang tertinggal itu adalah Yamaha Mio warna merah F-4028-LW, dan Yamaha mio warna merah B-3501-SNE. Dari keterangan korban, diduga para pelaku merupakan kelompok debt collector yang hendak menarik sepeda motor. "Ada sekitar 10 orang, kami masih mencarinya," kata dia.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.