Rumah Retak Akibat Tanah Bergerak di Pagedangan, Warga Mengungsi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tanah bergerak di Kampung Kadu Sirung, Pagedangan, Kabupaten Tangerang juga membuat rumah warga retak, Selasa 16 Oktober 2018. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Tanah bergerak di Kampung Kadu Sirung, Pagedangan, Kabupaten Tangerang juga membuat rumah warga retak, Selasa 16 Oktober 2018. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Tangerang - Tanah bergerak di RT 04/RW 01, Kampung Kadu Sirung, Desa Kadu Sirung, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, telah merusak jalan dan rumah penduduk.

    Baca: Bau Menyengat Misterius Keluar dari Dalam Tanah di Pondok Aren

    Berdasarkan pengamatan Tempo di lokasi pada Selasa siang, 16 Oktober 2018, retakan besar dan panjang terjadi di jalan lingkungan desa itu. Retakan sepanjang 50 meter itu memiliki lebar dan kedalaman bervariasi, dari 0,5 meter sampai 1 meter.

    Tanah bergerak juga menyebabkan rumah seorang penduduk retak di bagian dinding dan lantai. Retakan cukup parah terjadi di rumah Saeni, 40 tahun.

    "Dapur rumah saya rusak. Saya takut nempatin rumah," kata Saeni, Selasa.

    Menurut Saeni, sejak semalam, ia dan empat anggota keluarganya, yang terdiri atas anak dan cucu, mengungsi ke rumah saudaranya, tak jauh dari rumahnya.

    Retakan akibat tanah bergerak di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. FOTO Dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang

    Ketua RT 04 Maryadi mengatakan, hingga saat ini, baru satu rumah penduduk yang terdata mengalami kerusakan akibat tanah bergerak. "Baru satu, dan sudah kami laporkan ke pemerintah daerah," ujarnya.

    Baca: Tanah Bergerak di Tangerang, Warga Pagedangan Panik

    Tanah bergerak di Kabupaten Tangerang ini terjadi pada Senin petang sekitar pukul 16.30. Retakan pertama diketahui warga setelah hujan deras mendera kawasan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ratusan Ribu Orang Mengalami Gangguan Pernafasan Akibat Karhutla

    Sepanjang 2019, Karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung bisa dipadamkan. Ratusan ribu jiwa jadi korban.