Pantai Ancol Diserbu Ubur-ubur, Pengunjung Justru Penasaran

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ubur-ubur (Medusozoa). (Popular Science)

    Ubur-ubur (Medusozoa). (Popular Science)

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa hari lalu dikabarkan Pantai Acol diserbu ribuan ubur-ubur. Kemunculan hewan laut itu menjadi viral di media sosial dan membuat masyarakat penasaran. Tidak sedikit pengunjung yang merekam fenomena itu menggunakan telepon genggam.

    Seorang pengunjung bernama Rosniati, 42 tahun, mengatakan tidak takut dengan kehadiran ubur-ubur. Bahkan dia sengaja menyewa perahu untuk melihat hewan laut itu lebih dekat. "Ya, tadi lihat dari perahu," ujar pengunjung asal Pulogadung, Jakarta Timur, itu pada Jumat, 19 Oktober 2018. "Agak ke tengah memang lebih banyak, tapi enggak bergerombol.”

    Berita lain: Penyebab Ikan di Pantai Ancol Mati Massal, LIPI Ada Jawabannya

    Rosniati yakin ubur-ubur itu tidak berbahaya. Sebab, dia melihat sendiri tukang perahu menjaring hewan itu lalu memegangnya dengan tangan telanjang. "Enggak terjadi apa-apa, tuh," katanya. Karena itu, dia membiarkan saja anaknya berenang di pantai meski di sekelilingnya terlihat ubur-ubur.

    Pengunjung Pantai Ancol melihat dan menangkap ubur-ubur saat berenang di kedalaman 1meter. Jumat, 19 Oktober 2018. Tempo/ Nada Zeitalini

    Pengunjung lain, Jefry Hutohuru, 20 tahun, juga tidak terganggu dengan kehadiran ubur-ubur. Bahkan dia menangkap empat ekor, lalu dimasukkan ke kantong plastik. "Kalau di pinggir tidak ada, lebih banyak di tengah," ucap Jefry.

    Menurut Humas Pantai Ancol, Rika Lestari, kemunculan ubur-ubur adalah fenomena musiman. Beberapa hari lalu, jumlahnya sangat banyak, tapi hari ini sudah jauh berkurang. "Cuma sehari, lalu jumlahnya menurun. Hari ini, kalau kita ke tengah paling, cuma satu atau dua saja yang terlihat," tuturnya.

    Sejauh ini belum ada laporan tentang pengunjung yang menjadi korban ubur-ubur. Meski begitu, sebagai antisipasi, pengelola Pantai Ancol selalu menyiagakan tim life guard dan paramedis untuk memberikan bantuan. 

    NADA ZEITALINI | SSN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.