Razia di Old City, 52 Orang Positif Konsumsi Narkoba

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung diskotek yang terjaring saat penggrebekan oleh BNN, berbaris di Diskotek MG, Jalan Tubagus Angke, Jakarta, Minggu (17/12). Dalam penggerebekan tempat diskotek yang didalamnya terdapat laboratorium pembuat narkoba itu petugas BNN mengamankan 120 orang pengunjung diskotek yang terindikasi positif menggunakan narkoba serta sejumlah barang bukti.  ANTARA FOTO

    Sejumlah pengunjung diskotek yang terjaring saat penggrebekan oleh BNN, berbaris di Diskotek MG, Jalan Tubagus Angke, Jakarta, Minggu (17/12). Dalam penggerebekan tempat diskotek yang didalamnya terdapat laboratorium pembuat narkoba itu petugas BNN mengamankan 120 orang pengunjung diskotek yang terindikasi positif menggunakan narkoba serta sejumlah barang bukti. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya merazia tempat hiburan malam Old City yang berlokasi di Jalan Kali Besar Barat, Tambora, Jakarta Barat, Minggu dini hari 21 Oktober 2018. Sebanyak 52 orang terjaring karena positif konsumsi narkoba.

    Baca:
    Kasus Old City, Anies Baswedan Kembali Ancam Tempat Hiburan Malam

    Sebanyak 52 orang itu terjaring dari 156 orang yang diminta menjalani tes urine. Di antara mereka yang kemudian terbukti mengonsumsi narkoba itu, 19 di antaranya adalah perempuan. Petugas juga menemukan empat butir pil ekstasi.

    Kepala Bidang Pemberantasan BNNP DKI, Maria Sorlury, mengatakan, bukti ekstasi tidak bertuan. “Diduga dibuang pengunjung yang panik waktu kami datang,” katanya saat dihubungi, Minggu 21 Oktober 2018.

    Sejauh ini, Maria menambahkan, manajemen diskotek Old City mengaku tidak menyediakan ekstasi tersebut. “Mereka mengaku sadar betul konsekuensi dari penjualan ekstasi,” kata Maria.

    Baca:
    Pengunjung Diskotek Golden Crown Tewas Karena Minuman Keras

    Atas dasar itu Maria menduga pil ekstasi milik pengunjung yang membelinya di luar diskotek. “Konsumsinya pun di luar, cuma happy-nya di tempat hiburan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.