Minggu, 16 Desember 2018

Uji Peluru Nyasar ke DPR, Labfor: Jangkauan Sampai 2,3 Kilometer

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaca yang retak akibat terkena tembakan peluru di ruangan anggota DPR Totok Daryanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2018. Polisi menyatakan peluru yang ditemukan di lantai 10 dan lantai 20 gedung DPR itu bukan berasal dari peristiwa penembakan baru dan merupakan rentetan dari peristiwa yang terjadi pada Senin (15/10) ANTARA

    Kaca yang retak akibat terkena tembakan peluru di ruangan anggota DPR Totok Daryanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2018. Polisi menyatakan peluru yang ditemukan di lantai 10 dan lantai 20 gedung DPR itu bukan berasal dari peristiwa penembakan baru dan merupakan rentetan dari peristiwa yang terjadi pada Senin (15/10) ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Pusat Laboratorium Forensik Markas Besar Polri menyatakan daya lesat peluru yang diduga nyasar ke Gedung DPR RI berdaya jangkau hingga 2,3 kilometer. Peluru nyasar kaliber 9x19 mm itu disebut ditembakkan dari senjata api jenis Glock 17.

    Baca:
    Petembak Uji Balistik Peluru Nyasar ke Gedung DPR, Ini Cerita Lengkapnya

    Kepala Sub Direktorat Senjata Api Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri Komisaris Arif Sumirat mengatakan bahwa uji di Lapangan Tembak Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, membuktikan referensi tentang daya jangkau peluru kaliber tersebut. Uji balistik peluru dan senjata api itu dilakukan Selasa 23 Oktober 2018.

    “Saat uji balistik terlihat peluru kaliber yang digunakan tersangka bisa menembus kaca dengan tebal 6 mm yang menjadi sasaran dari jarak 300 meter,” kata Arif seusai uji di Lapangan Tembak Mako Brimob Kelapa Dua.

    Penyidik menunjukkan hasil tembakan yang mengenai sasaran sebuah kaca saat uji balistik terkait dengan peristiwa peluru nyasar ke Gedung DPR di Mako Brimob, Depok, Selasa, 23 Oktober 2018. Uji balistik dilakukan dengan senjata Glock 17 yang digunakan tersangka. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Dalam uji balistik, Arif menuturkan, terlihat peluru yang dilesatkan dengan senjata api Glock 17 mempunyai daya tekan yang besar. Terbukti dari bekas lubang di kaca yang menjadi obyek sasaran uji yang serupa dengan yang nyasar di DPR.

    Baca:
    Polisi: Tersangka Kasus Peluru Nyasar ke DPR Bisa Bertambah

    Lubang tersebut berukuran diameter 2 cm dengan retakan sepanjang 6-8 cm di sekitar lubang. Menurut Arif, kalau tekanan tidak besar, tidak akan berbentuk lubang seperti itu. “Kalau tekanannya rendah, kaca biasanya hancur seperti dipukul,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".