Kampanye Sandiaga Uno Bikin Gelisah Pedagang Pasar Ini

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyalami calon wakil presiden Sandiaga Uno di Pasar Cihapit, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 17 Oktober 2018. Sandiaga dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan blusukan ke pasar dan sejumlah kawasan untuk mengkampanyekan capres-cawapres nomor urut 02 di Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

    Warga menyalami calon wakil presiden Sandiaga Uno di Pasar Cihapit, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 17 Oktober 2018. Sandiaga dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan blusukan ke pasar dan sejumlah kawasan untuk mengkampanyekan capres-cawapres nomor urut 02 di Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta – Kecaman pedagang untuk cawapres Sandiaga Uno bertambah. Setelah disebut hanya nyinyir dan meminta kenaikan harga pangan di pasar tak didramatisir, Sandiaga Uno dinilai menggelisahkan.

    Baca:
    5 Pernyataan Sandiaga Uno Soal Harga Saat Blusukan di Pasar

    Pernyataan yang terakhir datang dari Suratmi, pedagang bahan pokok di Pasar Bintang Mas, Palmerah, Jakarta Selatan, Rabu 24 Oktober 2018. Dia mengatakan harga di pasar tradisional bergerak fluktuatif mengikuti hukum permintaan dan penawaran.

    "Kami ikut pedagang atas. Kalau kiriman barangnya mahal, masa kami jual murah? Waktunya murah ya murah, naik ya naik," ujar Suratmi.

    Suratmi mengatakan pernyataan Sandiaga Uno tentang kenaikan harga di pasar tradisional justru membuat gelisah pedagang seperti dirinya. Menurut dia, pernyataan-pernyataan tersebut dapat membuat para pembeli protes dengan harga yang telah ditetapkan.

    Baca:
    Sandiaga Cemaskan Kenaikan Harga Pangan, Pedagang: Biasa-biasa Saja

    Sebelumnya, Suyatmi, seorang penjual sayur di pasar yang sama, mengajarkan kenaikan harga bahan pokok mengikuti mekanisme pasar. Dia juga menilai yang terjadi selama ini tergolong biasa.

    Suyatmi mengatakan, harga yang sedang naik di antaranya cabai keriting, mentimun dan bayam. Sedangkan jenis cabai lain belum ada kenaikan. Begitu pun tempe yang dijualnya Rp 5000 per lembar itu. “Gak ada kenaikan, gak tipis juga, segini-segini doang,” katanya menunjuk pernyataan Sandiaga tentang tempe setipis kartu ATM.

    Baca:
    Sandiaga Uno Keluar Masuk Pasar, Pedagang: Sandi Hanya Nyinyir

    Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid telah lebih dulu meminta Sandiaga Uno memberi konsep konkret bagaimana cara menstabilkan harga pangan. Selama ini, dia menilai janji Sandiaga untuk menstabilkan harga pangan tidak serius dan hanya sebagai alat politik dalam kampanye Pilpres 2019.

    “Dia (Sandiaga) memang rutin mengunjungi pasar, tapi kami melihatnya hanya nyinyir saja,” kata Rosyid, Senin 22 Oktober 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.