Transjakarta Bantah Tabrak Pengguna Sepeda Hingga Tewas

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengecek kondisi bus Transjakarta yang menabrak separator busway di depan gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat, 1 Juni 2018. TEMPO/Lani Diana

    Petugas mengecek kondisi bus Transjakarta yang menabrak separator busway di depan gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat, 1 Juni 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta – Kecelakaan terjadi di jalus bus khusus Transjakarta Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Ahad, 28 Oktober 2018. Seorang pengendara sepeda tewas diduga setelah diserempet bus transjakarta. Namun dugaan itu dibantah oleh manajemen PT Transjakarta.

    Baerita sebelumnya: Terserempet Bus Transjakarta, Pengendara Sepeda Tewas

    "Bukan menabrak. Sepeda itu terjatuh karena kehilangan kendali dan terkena ban belakang bus," kata juru bicara PT Transjakarta, Wibowo.

    Menurut Wibowo, saat itu bus bergerak dari Patung Kuda menuju halte Balai Kota. Bus berjalan perlahan di di depan SPBG IRTI. Tiba-tiba seorang pria bersepeda melaju cukup kencang. Pengendara oleh lalu jatuh terpelanting di sisi kanan jalur busway. "Badannya membentur roda belakang sebelah kiri. Korban meninggal di tempat," katanya.

    Korban, kata dia, sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan kasus ini ditangani Kepolisian Resor Jakarta Pusat. "Bus dan pengemudinya dibawa ke unit kecelakaan Polda Metro untuk dimintai keterangan," ujar Wibowo.

    Baca: Tewaskan Warga, Kecelakaan Transjakarta di Simprug Diinvestigasi

    Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf mengatakan korban tewas seketika di lokasi kejadian sekitar pukul 07.10. "Korban laki-laki tanpa identitas," kata Yusuf dalam pernyataan tertulis. Sopir bus Transjakarta bernama Saikun, 45 tahun, sudah dimintai keterangan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.